Seorang pedagang cabai menunggu pembeli di kiosnya yang ada di Pasar Legi, Selasa (13/12/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Seorang pedagang cabai menunggu pembeli di kiosnya yang ada di Pasar Legi, Selasa (13/12/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 24 Desember 2016 05:00 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEBUTUHAN POKOK KLATEN
Harga Cabai Rawit Meroket Jadi Rp80.000/Kg

Kebutuhan pokok Klaten, harga cabai rawit di Pasar Induk Klaten terus meroket dalam beberapa terakhir.

Solopos.com, KLATEN — Harga cabai rawit terus naik. Dalam sepekan, kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp20.000/kg.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan distribusi serta kecukupan kebutuhan pokok oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Klaten di Pasar Induk Kota Klaten, Jumat (23/12/2016). Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Slamet Widodo, mengatakan pekan lalu harga cabai rawit Rp60.000-70.000/kg. Namun, pekan ini harga cabai rawit sudah naik lagi menjadi Rp80.000/kg.

Harga cabai rawit diperkirakan terus naik menjelang Natal dan Tahun Baru menyusul meningkatnya permintaan pasar. Ia tak menampik sulit untuk menekan laju harga cabai rawit lantaran jumlah produksi dengan permintaan pembeli tak imbang.

“Kondisi ini bisa disebabkan minimnya pasokan ke pedagang. Ketersediaan barang terbatas membuat harga tinggi. Apabila terus seperti ini, bisa dimungkinkan digelar operasai pasar cabai,” ungkapnya saat ditemui wartawan seusai memantau kebutuhan pokok di Pasar Induk Klaten, Jumat.

Kabag Perekonomian Setda Klaten, Cahyo Dwi Setyanto, mengatakan segera berkoordinasi dengan seluruh TPID di Soloraya terkait tingginya harga cabai rawit. Hal itu agar ketersediaan cabai rawit bisa tercukupi sehingga mampu menekan harga. “Apabila ada kelebihan dari daerah lain bisa dilimpahkan ke Klaten,” urai dia.

Salah satu pedagang, Triyanti, mengatakan kenaikan harga cabai terutama terjadi sepekan terakhir. Ia menilai kenaikan itu wajar lantaran minimnya setoran cabai rawit ke pasar tradisional. “jadi wajar ketika harga melambung tinggi,” katanya.

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…