Warga sekitar tampak berkerumun mengamati asap membumbung tinggi berasal dari pabrik milik PT. Pan Brothers. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos) Warga sekitar tampak berkerumun mengamati asap membumbung tinggi berasal dari pabrik milik PT. Pan Brothers. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Sabtu, 24 Desember 2016 20:03 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

Kebakaran PT Pan Brothers Sragen Ludeskan Ratusan Mesin & Pakaian Siap Ekspor

Kebakaran pabrik garmen PT Pan Brothers di Sidoarjo, Sragen, meludeskan ratusan mesin dan pakaian siap ekspor.

Solopos.com, SRAGEN — Kebakaran pabrik garmen milik PT Pan Brothers yang berlokasi di Dusun Dawangan, Desa Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, tidak menimbulkan korban jiwa. Namun api meludeskan tumpukan celana siap ekspor dan ratusan peralatan produksi.

Musibah kebakaran itu kali pertama diketahui oleh Dwi Miarto, 30, satpam pabrik garmen setempat pada pukul 14.00 WIB. Saat itu dia melihat kepulan asap tebal keluar dari gudang B. Dia lantas menyuruh temannya untuk mengecek ke lokasi. Saat itu, api sudah telanjur membakar ruang pengepakan pakaian jadi yang siap diekspor.

Ratusan mesin produksi yang ada di line 1 dan line 2 juga sudah terbakar. “Itu adalah gudang pengepakan pakaian jadi yang siap diekspor. Jumlahnya kurang tahu persis, tapi ada banyak,” ujar Dwi salah satu karyawan PT Pan Brothers saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Saat itu, semua karyawan yang sedang kerja lembur langsung panik dan berhamburan keluar gedung. Sebagian berusaha memadamkan api, tapi api sudah telanjur besar. Enam unit mobil pemadam kebakaran dari Sragen dan Karanganyar dikerahkan untuk memadamkan api. Meski begitu, mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi karena sempitnya pintu masuk pabrik.

Upaya pemadaman itu juga terhalang oleh tembok gedung yang tinggi menjulang. Terpaan angin yang kencang juga membuat api semakin sulit dipadamkan. Hingga pukul 17.00 WIB, api belum bisa dipadamkan. Baca juga: Api Dekati Pabrik Lain, Ini Kronologi Kebakaran PT Pan Brothers Sragen.

Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruno dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto ikut memantau proses pemadaman api. Menurut Kapolsek, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Namun, dia menduga kebakaran itu dipicu konsleting atau hubungan arus pendek.

“Terkait penyebabnya apa, nanti tunggu saja tim Puslabfor Polda [Jateng] datang. Kemungkinan mereka datang besok setelah api benar-benar padam,” paparnya.

Menurut Tatag lokasi pabrik belum dilengkapi dengan sarana hidran yang cukup. Hal itu menyulitkan tim pemadam kebakaran untuk mendapatkan pasokan air. Dia juga mengevaluasi desain gudang pabrik juga tidak mendukung kerja dari tim pemadam kebakaran.

“Gudang produksi itu menggunakan sistem ban berjalan. Artinya, semua kegiatan produksi dari nol hingga menjadi barang jadi ada di gudang itu. Gudangnya luas, tapi sulit dijangkau tim pemadam kebakaran,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari manajemen PT Pan Brothers terkait jumlah kerugian yang diderita pabrik garmen itu. Sejumlah wartawan yang ingin meminta konfirmasi kepada manajemen tidak diizinkan masuk oleh para satpam yang bertugas di pintu masuk pabrik.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…