Menteri Pariwisata, Arief Yahya meninjau langsung sejumlah daerah penyokong KSPN Borobudur termasuk Kebun Teh Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo pada Kamis(22/12/2016).(Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Menteri Pariwisata, Arief Yahya meninjau langsung sejumlah daerah penyokong KSPN Borobudur termasuk Kebun Teh Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo pada Kamis(22/12/2016).(Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 10:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Samigaluh Sebagai Penyangga Borobudur, Apa Saja Wisata yang Ditawarkan?

Wisata Kulonprogo antara Samigaluh – Borobudur terus dipersiapkan

Solopos.com, KULONPROGO — Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam kunjungannya ke Kebun Teh Nglinggo, Samigaluh menyatakan kawasan Samigaluh dinilai memenuhi syarat sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, Kamis (22/12/2016).

Baca Juga : INVESTASI KULONPROGO : Ini yang Sebabkan Wisatawan Asing Tertarik dengan Kawasan Utara

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kulonprogo, Krissutanto mengatakan setidaknya ada 16 desa yang terlewati jalur bedah menoreh antara lain di wilayah Kecamatan Kokap, Kalibawang, Samigaluh, hingga Girimulyo.Jalur Bedah Menoreh diprediksi akan menjadi penghubung KSPN Borobudur dengan sejumlah potensi wisata di utara Kulonprogo.

Setiap desa dinilainya memiliki potensi tertentu yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat apabila dikelola secara tepat. Sejumlah objek wisata yang bisa dimaksimalkan salah satunya Bukit Canting Mas di Kokap dan Kedung Pedut di Girimulyo.

“Ada juga potensi geoheritage bekas tambang mangaan Kliripan di Hargorejo, Kokap,” ujarnya, Kamis (22/12/2016)

Selain objek wisata alam, potensi perkebunan dan peternakan juga layak ditawarkan kepada wisatawan. Krissutanto mengatakan, hal itu bisa dilihat dari terus meningkatnya popularitas kawasan perkebunan teh di Samigaluh. Nantinya, masyarakat diharapkan tidak hanya menyediakan lokasi untuk berfoto dan menjual produk hasil budi daya. Mereka juga dapat menawarkan paket wisata edukasi, misalnya cara pengolahan daun teh.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…