Fenomena bus telolet juga merambah pada sejumlah anak di Kulonprogo. Ruas jalan nasional yang ramai dilalui bus AKAP jadi lokasi strategis bagi anak-anak ini, Kamis (22/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Fenomena bus telolet juga merambah pada sejumlah anak di Kulonprogo. Ruas jalan nasional yang ramai dilalui bus AKAP jadi lokasi strategis bagi anak-anak ini, Kamis (22/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 15:30 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Soal "Om Telolet Om", Presiden Jokowi Sebut "Kebahagiaan Rakyat"

Presiden Jokowi ikut berkomentar tentang fenomena “Om, telolet Om”.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mengomentari fenomena “Om Telolet Om” yang tengah menjadi viral di media sosial. Presiden mengatakan bahwa ini berasal dari contoh kesederhanaan rakyat dalam mencari sebuah hiburan.

“Sebuah kesenangan, sebuah kebahagiaan dari rakyat untuk memperoleh sebuah hiburan atau sebuah hobi, saya kira sangat bagus sekali,” katanya seusai menghadiri Deklarasi Pemagangan Nasional menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jumat, (23/12/2016).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa melakukan yang sederhana dan dapat sesegera mungkin diketahui oleh dunia merupakan bukti kekuatan media sosial yang tak bisa dibendung kecepatannya. “Ya ini kekuatan dan potensi media sosial yang kita lihat,” ujarnya.

Terkait imbauan oleh Menteri Perhubungan yang membatasi aksi tersebut, Jokowi sepakat bahwa hal yang tidak dilarang tetap harus ada batasannya. “Ya pasti ada batas-batasnya masa bus baru berjalan dicegat di tengah jalan, ya kan hal-hal seperti itu yang dilarang,” ujar Kepala Negara.

Fenomena “Om Telolet Om” yang menjadi buah bibir di kalangan netizen di berbagai belahan dunia berawal dari video yang beredar di media sosial mengenai kebiasaan anak-anak di sekitar Jepara. Di sana, anak-anak meminta sopir bus yang melintas untuk membunyikan klaksonnya yang berbunyi “telolet”.

Sejak itu, video “Om Telolet Om” semakin menjadi viral di dunia maya. Demam itu tidak hanya muncul di Tanah Air, tapi juga sampai ke telinga selebritas mancanegara, sebut saja Zedd, Martin Garrix, DJ Snake, Alesso, sampai The Chainsmokers.

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan┬áSolopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di┬ámilkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áPredikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…