Warga menyegel ruang kepala Desa Dadapayu Semanu Gunungkidul, Senin (31/10/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Warga menyegel ruang kepala Desa Dadapayu Semanu Gunungkidul, Senin (31/10/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 22:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PUNGLI GUNUNGKIDUL
Konflik Dadapayu Kembali Pecah

Pungli Gunungkidul, warga Dadapayu kembali menyegel Balai Desa.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Konflik kembali pecah di Desa Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, Jumat (23/12/2016). Puluhan warga menyegel kantor desa dan menghentikan layanan ke masyarakat yang tengah berlangsung.

Baca Juga : KONFLIK DESA DADAPAYU : Balai Desa Tak Lagi Dihuni Pamong, Warga Dilayani di Rumah

Kaur Perencanaan Desa Dadapyu Rusdi menceritakan puluhan warga sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba menggeruduk Balai Desa meminta pelayanan dihentikan.

“Mereka bilang silakan berhenti layanannya, pakai layanan darurat saja di luar balai desa,” ungkap Rusdi yang kala itu tengah berada di kantor desa, Jumat.

Para perangkat desa yang saat itu tengah bekerja melayani masyarakat sontak menghentikan pekerjaannya. Para pamong kata dia membawa serta peralatan seperti stempel, kertas dan printer ke luar balai desa agar dapat digunakan untuk melayani masyarakat ke depannya.

Setelah menghentikan aktivitas di Balai Desa, puluhan warga tersebut kemudian menyegel seluruh ruangan dengan gembok. Ada belasan ruangan yang disegel. Mereka juga menyegel pintu gerbang masuk ke balai desa dan memasang spanduk di depannya. Spanduk itu masih berisi tuntutan lengsernya Kepala Desa Rukamto yang sudah lama dituntut mundur karena melakukan pungutan liar (pungli).

“Pak Rukamto sendiri sudah pergi enggak ada di balai desa,” tutur dia.

Konflik Dadapyu bermula pada Oktober lalu. Ratusan warga dari hampir seluruh pedusunan berkali-kali berunjuk rasa mendesak Kepala Desa Rukamto mundur. Pasalnya, Rukamto mengakui telah melakukan pungli kepada lima kepala dusun yang baru dilantik senilai masing-masing Rp5 juta. Warga pernah menyegel balai desa disertai aksi mogok kerja para perangkat. Sudah berkali-kali layanan desa lumpuh total akibat konflik berkepanjangan itu.

lowongan kerja
lowongan kerja Cahaya Fortuna Sejati, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…