Social Kitchen pascadisweeping (Istimewa) Social Kitchen pasca-sweeping (Istimewa)
Jumat, 23 Desember 2016 21:57 WIB Muhammad Ismalil/Okezone/JIBI Hukum Share :

Polisi Ungkap Peran Ranu Muda dalam Kasus Social Kitchen

Dugaan peran Ranu Muda, guru dan penulis yang ditangkap polisi terkait kasus sweeping di Social Kitchen Solo, diungkap Polri.

Solopos.com, JAKARTA — Aparat Polda Jawa Tengah kembali menangkap tersangka sweeping yang berujung perusakan dan penganiayaan di restoran Social Kitchen Solo. Tersangka Ranu Muda Adi Nugroho yang juga seorang guru dicokok di rumahnya kawasan Ngasinan, Desa Kuwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

“Barang bukti yang disita kamera digital merk Canon, pakaian yang digunakan saat sweeping di Social Kitchen [sepatu, celana panjang, baju hitam, sebo, topi], tas ransel merek Polo warna coklat, dua unit laptop merk Asus, dan dua unit HP,” ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, Jumat (23/12/2016).

Tersangka, kata Rikwanto, terlibat sebagai tim propaganda kelompok yang melakulan kekerasan bersama-sama saat aksi sweeping di Social Kitchen, pada Minggu (18/12/2016). Ranu Muda merupakan rekan dan bagian dari kelompok yang melakukan perusakan dan penganiayaan di lokasi kejadian.

“Tersangka ini juga ikut melakukan perencanaan, dan ikut dalam rombongan sweeping serta melakukan pengrusakan,” tegas Rikwanto.

Tidak hanya itu, tersangka juga mendokumentasikan semua aksi rekan-rekannya lalu dimuat dalam tabloid Panji Mas milik tersangka yang beredar di kalangan sendiri. “Tersangka saat ini dibawa ke Polda Jateng guna pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan adanya tersangka lainnya masih dalam pengembangan,” tegas jenderal bintang satu itu.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan jumlah tersangka penganiayaan dan pengurusakan Social Kitchen ini kembali bertambah. Sudah ada tujuh tersangka hingga Kamis (22/12/2016).

“Untuk yang di Solo, tadi malam ada lagi yang ditangkap dua orang. Jadi semua total ada tujuh tersangka. Saya perintahkan Kapolda Jawa Tengah untuk kembangkan terus,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai apel gelar pasukan Operasi Lilin di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Jenderal bintang empat ini meyakini jumlah tersangka dalam aksi sweeping Social Kitchen ini akan terus bertambah. Sebab saat melancarkan aksinya mereka berjumlah 50 orang.

“Kita akan kembangkan terus kasus ini, karena saat itu lebih kurang 50 orang yang masuk ke Social Kitchen dan melakukan pengrusakan. Saya minta sebanyak mungkin melakukan penangkapan terhadap mereka agar ada efek jera,” katanya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, juga pernah menjelaskan tiga terduga pelaku ditangkap pada Rabu (21/12/2016) dan dibawa ke Polda Jateng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polda Jateng memastikan pelaku sweeping berjumlah lebih dari 20 orang. Polisi baru menangkap total delapan orang.

“Kami meminta kepada semua pelaku yang belum ditangkap segera menyerahkan diri untuk memudahkan penyelesaian kasus ini,” kata Kapolda kepada wartawan dalam press release kasus Social Kitchen di Lapangan Kota Barat, Kamis.

Informasi dihimpun Solopos.com, Kamis, ketiga pelaku yang ditangkap tersebut yakni R, warga Desa Kwarasan, Grogol, Sukoharjo; MG, warga Semanggi, Pasar Kliwon, dan YB, warga Kampung Kenteng Baru, Semanggi, Pasar Kliwon.

Kapolda menjelaskan ke delapan pelaku diketahui melakukan pencurian dengan kekerasan. Barang berharga milik pengunjung Social Kitchen diketahui diambil pelaku pada saat sweeping.

Terduga pelaku, lanjut dia, dijerat pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum, Pasal 351 tentang Penganiayaan, dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. “Kami menemukan satu unit Fonepad ASUS hasil perampasan pelaku di lokasi kejadian saat mengeledah rumah pelaku,” kata dia.

Sebelumnya aksi sweeping terjadi di Social Kitchen Solo pada 18 Desember 2016 sekitar pukul 01.45 WIB hingga pukul 02.35 WIB. Sekitar 90 orang mengendarai 45 sepeda motor datang ke Social Kitchen saat restoran itu ramai dengan pengunjung.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…