Pasangan Zuhadmono Azhari dan BRAy Iriani Pramastuti serta Hasto Wardoyo dan Sutedjo menunjukkan hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Selasa (25/10/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja) Pasangan Zuhadmono Azhari dan BRAy Iriani Pramastuti serta Hasto Wardoyo dan Sutedjo menunjukkan hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Selasa (25/10/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 14:55 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PILKADA KULONPROGO
Sumbangan Kampanye Tim Sehat Tak Sampai Setengah dari Tim Hadir

Pilkada Kulonprogo diikuti dua pasang calon

Solopos.com, KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo mengumumkan rekapitulasi Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kulonprogo untuk Pilkada 2017 pada Selasa (20/12/2016). Pihak paslon nomor urut satu kembali terlihat lebih unggul dalam soal pendanaan kampanye.

Ketua KPU Kulonprogo, Isnaini mengatakan, LPSDK merupakan salah satu kewajiban paslon terkait dana kampanye. Kedua paslon diketahui telah mengumpulkan laporan tersebut pada Selasa kemarin. KPU Kulonprogo kemudian mengumumkan hasilnya melalui laman resmi mereka sebagai bentuk dari keterbukaan publik pada hari yang sama.

“Itu memang hanya sehari waktu tahapannya,” ungkap Isnaini, Kamis (22/12/2016).

Isnaini memaparkan, pasangan Zuhadmono dan BRAy Iriani Pramastuti atau tim Hadir menyebutkan angka sebesar Rp491 juta dalam LPSDK mereka. Sumbernya hanya dari pihak paslon, sedangkan penerimaan yang berasal dari partai politik (parpol) atau gabungan parpol serta pihak lain perseorangan, kelompok, dan badan hukum swasta tertulis nihil.

Pasangan Hasto Wardoyo dan Sutedjo atau tim Sehat melaporkan dana yang jumlahnya jauh lebih sedikit. Namun, sumbangan dana kampanye itu tidak cuma berasal dari pihak paslon, tetapi juga pihak lain perseorangan. Totalnya mencapai Rp205 juta.

Isnaini lalu mengungkapkan, tim selanjutnya juga mesti menyiapkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) pada 12 Februari 2017 mendatang. “Nanti sehari setelah masa kampanye atau hari pertama masa tenang,” kata dia.

Sebelumnya, tim Hadir juga diketahui memiliki dana lebih besar dalam LADK yang dilaporkan pada akhir Oktober lalu. Pendapatan mereka mencapai Rp69 juta, lebih banyak dibanding tim Sehat yang saat itu hanya melaporkan Rp20 juta.

Menanggapi hal itu, tim pemenangan pasangan Zuhadmono dan Iriani, Yusron Martofa tidak ingin banyak berkomentar. Dia hanya membenarkan jumlah rupiah yang tertera dalam LPSDK. “Memang begitu, dari paslon saja. Sumbangan dari perseorangan atau badan, sementara waktu belum,” ujar dia.

Sementara itu, tim pemenangan pasangan Hasto dan Sutedjo, Istana pun tidak mempermasalahkan jauhnya perbedaan sumbangan dana kampanye. Menurutnya, hal itu bukan penentu kemenangan dalam Pilkada 2017. “Ukuran kita bukan biaya yang tinggi, mahal, dan mewah. Jadi tetap jalan terus,” ucap Istana.

lowongan kerja
lowongan kerja Manajer HRD Geprek Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…