Beberapa pekerja berusaha membersihkan logistik Pilkada 2017 berupa kotak suara di gudang Pemkab Kulonprogo, Kamis (22/12/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Beberapa pekerja berusaha membersihkan logistik Pilkada 2017 berupa kotak suara di gudang Pemkab Kulonprogo, Kamis (22/12/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 12:34 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

PILKADA KULONPROGO
KPU Mulai Bersihkan Kotak Suara

Pilkada Kulonprogo akan digelar tahun depan namun berbagai persiapan telah dilakukan

Solopos.com, KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo mulai menyiapkan kebutuhan logistik untuk hari pemungutan suara Pilkada 2017. Ratusan kotak suara dan ribuan bilik suara dibersihkan secara bertahap di gudang Pemkab Kulonprogo sejak Senin (19/12/2016) kemarin.

Ketua KPU Kulonprogo, Isnaini mengatakan, kotak dan bilik suara telah dipindahkan dari gudang KPU Kulonprogo pada 5-7 Desember lalu. Mereka lalu menggunakan bekas gedung bioskop di Wates yang saat ini menjadi gudang milik Pemkab Kulonprogo.

“Tahapan sudah semakin dekat, jadi kita juga menyiapkan kepentingan logistik Pilkada,” ujar Isnaini, Kamis (22/12/2016).

Isnaini memaparkan, bagian-bagian kotak suara yang masih dalam kondisi terpisah kemudian dirangkai selama seminggu hingga Jumat (16/12/2016) pekan lalu. Kotak suara tersebut selanjutnya dibersihkan mulai awal pekan ini dan ditargetkan selesai pada Jumat (23/12/2016) besok. “Termasuk membersihkan sisa stiker yang masih menempel di kotak suara,” kata Isnaini.

KPU Kulonprogo mengerahkan sebanyak lima orang pekerja harian lepas untuk merakit dan membersihkan 973 kotak suara. Mereka nantinya juga bertugas membersihkan bilik suara dengan jumlah mencapai 1874 unit.

Isnaini menambahkan, pembersihan bilik suara bakal dilakukan pekan depan dan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sehari. Hal itu karena stiker yang menempel pada bilik suara jauh lebih sedikit sehingga mudah dibersihkan.

Sementara itu, seorang pekerja bernama Armadan Widyatama menyatakan sempat mengalami kesulitan untuk membersihkan stiker dan sisa lem pada kotak suara. Dia mesti menghilangkannya dengan sikat kawat berkali-kali. Meski begitu, dia akhirnya semakin terampil dan mampu membersihkan setidaknya 40 kotak per hari. “Harus digosok berulang kali sampai benar-benar bersih,” ucap dia.

Armadan mengungkapkan, dia dan empat rekannya diminta membersihkan 200-250 kotak suara per hari. Mereka bekerja sejak pagi hingga sore dan dibayar Rp70.000 per hari. Sebelumnya, Armadan juga ikut merangkai kotak suara dengan upah Rp2.000 per kotak.

lowonga kerja
lowongan kerja penerbit duta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…