Petugas dari Gudang Bulog Logandeng sedang menurunkan jatah beras miskin untuk warga di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Jumat (5/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Petugas dari Gudang Bulog Logandeng sedang menurunkan jatah beras miskin untuk warga di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Jumat (5/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 15:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Penyerapan dan Penyaluran Beras Bulog DIY Mencapai Target

Penyerapan beras Bulog DIY melebihi target

Solopos.com, JOGJA-Penyerapan dan penyaluran beras yang dilakukan Perum Bulog Divre DIY pada tahun ini dapat dikatakan sukses. Sebab, capaiannya sampai 100%.

Hingga pertengahan Desember 2016, khusus untuk serapan beras sudah mencapai 60.000 ton dari target hanya 55.000 ton. Serapan terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman, diikuti Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

“Capainnya 108 persen malahan. Sleman 41% persen, Bantul 31 persen, Kulonprogo 19,5 persen, dan Gunungkidul 8,7 persen. Kalau kota Jogja kan tidak ada lahan [pertanian],” kata Kepala Perum Bulog Divre DIY, Miftahul Adha, di kantornya Rabu (21/12/2016).

Bulog memilih lokasi serapan beras pada daerah-daerah yang potensial sebagai sentra produksi beras. Salah satunya adalah areal persawahan di Dusun Kwadungan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Tahun ini, Bulog pernah membeli gabah di daerah itu melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat yaitu Gapoktan Widodo Manunggal.

Unit Distribusi Gapoktan Widodo Manunggal Agus Sulistia Wibawa mengatakan, penjualan gabah pada Bulog baru dimulai tahun ini. Sebelumnya petani hanya menjual secara mandiri. “Yang penting [gabah dan beras] petani tidak ada yang dibeli dengan harga murah,” ujarnya.

Kondisi serapan beras pada petani tahun ini memang dinilai memuaskan. Bahkan karena stok beras di DIY yang surplus, tahun ini Bulog DIY bisa ikut mencukupi stok nasional dengan mengirimkan beras ke luar Jawa.

Mifta mengatakan, DIY sudah mengirimkan beras ke Sumatera Utara sebanyak 3.000 ton, Kalimantan Barat 5.000 ton, dan Bali 2.000 ton. Bulog DIY sebenarnya sudah pernah mengirimkan beras ke luar Jawa pada tahun 2010. Ia berharap pada tahun-tahun berikutnya DIY bisa melakukannya lagi dalam rangka menyediakan stok beras nasional.

Tahun ini, baik dari sisi penyerapan maupun penyaluran beras dapat berjalan dengan lancar. Bulog DIY juga sudah mampu mencapai target penyaluran beras 100%, baik untuk beras sejahtera (rastra) maupun non-rastra. Total penyaluran beras mencapai 51.910 ton dan telah tersalurkan ke 438 titik distribusi.

“Kemarin sudah dilakukan rapat evaluasi dan rencana dengan tim koordinasi rastra provinsi. Laporan dari kabupaten/kota penyalurannya berjalan lancar. Kalaupun ada kendala teknis dapat diselesaikan melalui koordinasi,” ungkap Mifta.

lowongan kerja
lowongan kerja Nattour, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…