Sepeda motor milik Sutyo yang ditemukan tewas di di kawasan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (21/12/2016). (Facebook.com-Hans Cahyono) Sepeda motor milik Sutyo yang ditemukan tewas di di kawasan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (21/12/2016). (Facebook.com-Hans Cahyono)
Jumat, 23 Desember 2016 08:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENEMUAN MAYAT DEMAK
Pencari Rumput Purwodadi Tewas di Demak

Penemuan mayat di Demak teridentifikasi sebagai pencari rumput asal Purwodadi, Grobogan.

Solopos.com, DEMAK – Seorang pencari rumput ditemukan tak bernyawa di kawasan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (21/12/2016). Pencari rumput yang ditemukan tewas itu bernama Sutiyo, 58, warga Dusun Nambuhan RT 003/RW 010, Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Informasi itu dihimpun Semarangpos.com dari grup Facebook Komunitas I Love Gubug. Salah seorang member yang menggunakan akun Hans Cahyono memaparkan penemuan mayat di Demak itu serta mengunggah foto jasad Sutiyo, SIM milik Sutiyo, dan sepeda motor miliknya.

Pengguna akun Soleh S memaparkan bahwa Sutityo ditemukan di tepi jalan Desa Wilalung oleh beberapa warga. Beberapa warga lantas mengevakuasi jasad Sutiyo ke salah satu rumah warga untuk disemayamkan terlebih dahulu sebelum dilaporkan kepada pihak keluarga.

Tak diketahui sebab Sutiyo meninggal dunia. Berdasarkan foto yang diunggah ke grup Facebook itu, Sutiyo memakai jaket hitam dan kaus berwarna merah. Pada sepeda motor yang digunakan Sutiyo juga terdapat keranjang yang sudah dipenuhi rumput.

Pihak keluarga yang mengetahui bahwa Sutiyo telah meninggal dunia melalui media sosial Facebook lantas menjemput jasad Sutiyo untuk dibawa pulang. Jasad Sutiyo terlebih dahulu disemayamkan di rumahnya, RT 003/RW 010, Dusun Kuripan, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan sebelum dikebumikan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…