Jukir Malioboro mogok (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Jukir Malioboro mogok (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 09:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PARKIR DI JOGJA
Temukan Tarif Parkir Tinggi? Laporkan!

Parkir di Jogja pada libur akhir tahun ditertibkan

Solopos.com, JOGJA – Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan DIY tak berdaya untuk menindak sejumlah parkir liar yang dikenal dengan istilah aji mumpung saat liburan mematok tarif tinggi. Pemerintah akan mengupayakan seluruh bus, parkir pada sejumlah tempat parkir terutama mengangkut wisatawan menuju hotel yang tidak memiliki tempat parkir.

Penjabat Walikota Jogja Sulistyo meminta kerjasama masyarakat untuk segera melaporkan jika ditemukan kenaikan tarif parkir yang mematok di atas tarif regulasi. Penindakan akan segera dilakukan terutama di sejumlah ruas jalan maupun taman parkir yang dikelola oleh pemerintah.

“Kami menjamin kerahasiaan dan keamanan pelapor itu sebagai bagian dari janji dalam pakta integritas kami. Laporkan saja ke Pemkot jika ditemukan [tarif parkir tinggi],” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut Sigit akan mengupayakan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memberikan imbauan kepada sejumlah hotel yang tidak memiliki halaman parkir luas namun berani menerima tamu rombongan bus. Akibatnya, bus kemudian diparkir di ruas jalan, selain menimbulkan kemacetan parah, fenomena ini masuk dalam kategori parkir liar. Solusi yang ditawarkan adalah bus hanya melakukan dropping penumpang ke hotel kemudian bus tersebut kembali mencari tempat parkir di taman parkir. Oleh sebab itu, pihak hotel diminta menjalin relasi dengan sejumlah taman parkir maupun garasi bus yang berada di luar wilayah rawan macet.

“Beberapa hotel tidak memiliki parkir sebaiknya bekerjasama dengan pemilik pool bus yang di luar wilayah itu bisa dimanfaatkan. Tetapi jangan menghentikan atau parkir busnya di ruas jalan. Seringkali hotel memanfaatkan ruang jalan digunakan sebagai parkir bus,” ungkapnya.

Sejumlah titik taman parkir yang sudah disiapkan antara lain, park and ride Gamping mampu menampung 30 bus, parkir Ngabean mampu menampung 100 bus, parkir kawasan Terminal Giwangan menamping 100 bus, parkir barat Stasiun Tugu bisa menampung 15 bus. Jika sejumlah parkir Ngabean sudah penuh maka dapat dimanfaatkan sebagai titik dropping penumpang. Setelah melakukan dropping, bus kembali ke taman parkir pinggiran kota.

“Kemudian ada beberapa tempat parkir di Ketandan bekas eks UPN, kemarin sudah kita atur dari Jalan Suryatmajan. Kita akan ubah traffic light ke barat menuju parkir Ketandan, ini untuk menambah kapasitas parkir sebelumnya,” kata dia.

Fakta adanya aji mumpung saat liburan bukan hanya terjadi di sektor perparkiran, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengakui fenomena itu juga sering dimanfaatkan oleh pedagang. Kerapkali pedagang makanan mematok makanan dengan harga tinggi. Bahkan di luar batas kewajaran harga pada umumnya. Ia mengaku sering mendapatkan keluhan tersebut terutama dari wisatawan di kawasan Malioboro. Akantetapi di beberapa daerah lain juga sering terjadi.

“Biasanya memang ada juga yang memberikan tarif tinggi [terutama makanan],” kata dia.

Kondisi itu, kata Aris, jelas mencoreng citra pariwisata Jogja. Padahal pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait persoalan itu agar tidak berulang. Ia berharap pada liburan akhir tahun 2016 ini hal tersebut tidak terjadi lagi di seluruh wilayah DIY. Karena, wisatawan diprediksi akan meningkat di akhir 2016 ini. Pihaknya memprediksi pergeseran wisatawan dilihat dari kedatangan per destinasi pada Bulan Desember 2016 mencapai 2,6 juta wisatawan domestik dan 90.000 wisatawan asing.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…