Tim Polda Jateng mengecek mobil pikap yang diparkir di samping Gereja St. Petrus Gendengan, Solo, Jumat (23/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Tim Polda Jateng mengecek mobil pikap yang diparkir di samping Gereja St. Petrus Gendengan, Solo, Jumat (23/12/2016). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Jumat, 23 Desember 2016 19:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

NATAL 2016
Parkir Dekat Gereja Gendengan Solo, Mobil Pemohon SIM Ikut Diperiksa Tim Gegana

Tim Gegana Polda Jateng memeriksa mobil yang diparkir di Gereja Gendengan Solo.

Solopos.com, SOLO — Tim Gegana Brimob Polda Jateng dan Polresta Solo memeriksa mobil yang diparkir di Gereja St. Petrus Gendengan saat melakukan sterilisasi gereja tersebut, Jumat (23/12/2016).

Tim Gegana sempat mencurigai mobil pikap warna biru berpelat nomor AD 1808 KA yang diparkir di utara gereja tersebut. Tim Gegana yang berjumlah tujuh orang lalu memeriksa muatan mobil menggunakan alat metal detector.

Setelah memeriksa selama 15 menit, tim tidak menemukan benda mencurigakan di mobil tersebut. Komandan Peleton (Danton) Brimob Polda Jateng, Ipda Maruto, mengatakan pada saat tim Gegana melakukan sterilisasi di Gereja St. Petrus Gendengan mendapati mobil pikap diparkir di Jl. dr. Morwardi samping gereja. Setelah dicek pemilikya datang.

“Pemilik mobil mengaku sedang mengurus perpanjangan SIM [surat izin mengemudi] di Satlantas Poresta Solo [di sebelah kanan Gereja Gendengan]. Mobil diparkir di pinggir jalan karena parkir di dalam penuh,” kata dia.

Menurut dia, polisi tetap harus waspada dalam kondisi apa pun. Setiap menemukan benda mencurigakan yang dinilai tidak wajar, warga diminta segera melapor ke polisi.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Pengendalian Operasi (Kasubag Dalops) Polresta Solo, AKP Srihatmo, mengatakan kegiatan Operasi Lilin Candi, 23 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017 diawali dengan sterilisasi gereja. Sterilisasi pada Jumat pagi dilakukan di tujuh gereja besar di Solo.

“Kami menjalankan instruksi Kapolda Jateng untuk mensterilkan gereja sebelum pelaksanaan Misa Natal,” ujar Srihatmo kepada wartawan di Gereja St. Petrus Gendengan, Jumat.

Srihatmo mengatakan sterilisasi dilakukan menggunakan alat metal detector, anjing pelacak, dan penyisiran secara manual. Strerilisasi gereja melibatkan Gegana Brimob Polda Jateng dan Polresta Solo.

“Kami tidak menemukan benda yang mencurigakan saat melakukan sterilisasi tujuh gereja besar,” kata dia.

Menurut Srihatmo, gereja kecil di kampung juga disterilkan. Polisi bekerja sama dengan TNI dalam pengamanan gereja yang tersebar di 51 kelurahan di Solo.

“Di Solo tidak ada gereja rawan dan semua mendapatkan pengamanan sama. Kami pastikan Solo aman pada saat Natal nanti,” kata dia.

Sementara itu, Pengurus Gereja St. Petrus Gendengan, Suparto, mengatakan pelaksanaan misa Natal di gereja itu berlangsung dua hari yakni Sabtu-Minggu (24-25/12/2016). Pengurus gereja menetapkan lima jadwal pelaksanaan ibadah Natal yakni Sabtu pukul 17.00 WIB serta 20.00 WIB dan Minggu pukul 07.00 WIB, pukul 09.00 WIB, dan pukul 18.00 WIB.

“Kami mengandalkan Pam Swakarsa [Pasukan Pengamanan Masyarakat] dalam pengamanan Ibadah Natal. Pengamanan akan dilakukan 24 jam,” kata dia.

Ia mengatakan jemaat dilarang membawa tas besar saat berada di gereja. Pemeriksaan akan dilakukan di pintu masuk gereja. Pengurus gereja juga memasang 10 kamera closed circuit television (CCTV) untuk mengawasi semua aktivitas di gereja.

lowongan kerja
lowongan kerja SMPI-PK MUHAMMADIYAH DELANGGU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…