Seorang pedagang cabai di Pasar Beringharjo Warti ketika berjualan, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja) Seorang pedagang cabai di Pasar Beringharjo Warti ketika berjualan, Jumat (16/12/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 20:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

LIBUR AKHIR TAHUN
Harga Bahan Pangan di 5 Pasar Ini Diawasi

Libur akhir tahun menyebabkan konsumsi warga meningkat

Solopos.com, JOGJA–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pantauan harga pangan dan menyimpulkan harga bahan pangan tercatat cukup terjaga meskipun terdapat kecenderungan meningkat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan SDA Setda DIY Gatot Saptadi mengatakan, TPID melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemantauan dilakukan selama empat hari pada 19-22 Desember 2016.

Pemantauan dilakukan di lima pasar utama di seluruh kabupaten dan kota yakni Pasar Beringharjo, Jogja; Pasar Godean, Sleman; Pasar Wates, Kulonprogo; Pasar Bantul, dan Pasar Argosari, Gunungkidul.

“Ada kecenderungan naik tapi tetap terjaga. Meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan adanya liburan sekolah, Natal, dan Tahun Baru mendorong tekanan harga bahan pangan pokok,” ungkap dia, Jumat (24/12/2016).

Ia mengungkapkan, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit. Harga telur ayam ras di Pasar Beringharjo tercatat sebesar Rp21.000 per kg, meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar Rp19.000 per kg. Harga cabai rawit meningkat menjadi Rp55.000 per kg dari Rp50.000 per kg pada minggu sebelumnya.

“Rata-rata harga daging ayam ras hampirĀ  seluruh pasar yang meningkat menjadi Rp30.000 per kg dibandingkan minggu sebelumnya sebesar Rp28.000 per kg,” ungkap Koordinator TPID DIY.

Namun, sejumlah harga bahan pangan pokok utama tercatat relatif stabil dan terjaga seperti beras, daging sapi, dan cabai merah. Dengan pencapaian inflasi pada November 2016 yang berada pada level 2,91% (yoy) atau 1,93% (ytd), maka diperkirakan inflasi keseluruhan tahun 2016 masih dalam rentang target inflasi 4+-1.

Ia mengatakan, hal ini juga didukung oleh berbagai upaya dan program pengendalian inflasi yang dilakukan TPID DIY dan kabupaten seperti roadmap pengendalian inflasi DIY untuk menjaga kestabilan rendahnya tingkat inflasi di DIY.

lowongan kerja
lowongan kerja Nattour, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…