Warga melintas di depan Taman Cerdas, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/8/2014). Taman Cerdas yang dimaksudkan sebagai media pembelajaran anak usia sekolah di Solo tersebut masih kekurangan dana untuk menyelesaikan pembangunan musala, pagar, serta perlengkapan lainnya. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Ini dia Taman Cerdas, Jebres di Solo. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Jumat, 23 Desember 2016 13:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

KOTA LAYAK ANAK
Jumlah Pengunjung Taman Cerdas Solo Melonjak pada 2016

Kota layak anak, jumlah pengunjung taman cerdas di Kota Solo melonjak sepanjang 2016.

Solopos.com, SOLO — Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PPPA dan KB) Solo mencatat ada lonjakan jumlah pengunjung di delapan taman cerdas di Solo pada 2016 ini.

Kabid Perlindungan Anak Bapermas PP PA dan KB Solo, Supraptiningsih, mencatat jumlah pengunjung delapan taman cerdas di Solo hingga November 2016 mencapai 94.000 orang. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang jumlah kunjungan di delapan taman cerdas pada periode Januari-Desember 2015 yang mencapai 69.000 orang.

“Jumlah pengunjung untuk semua taman cerdas di Solo hingga akhir 2016 ini mencapai sekitar 94.000 orang atau meningkat hingga 25.000 orang dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut bisa bertambah mengingat Desember belum selesai,” kata Supraptiningsih saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (23/12/2016).

Supraptiningsih menyampaikan Bapermas PPPA dan KB menargetkan jumlah pengunjung taman cerdas bisa terus meningkat setiap tahunnya. Menurut dia, peningkatan jumlah pengunjung taman cerdas dipengaruhi beberapa faktor, seperti semakin banyak kegiatan yang digelar hingga ketersediaan fasilitas yang kian menarik bagi anak-anak.

“Seiring berjalannya waktu keberadaan taman cerdas juga semakin diketahui masyarakat luas. Banyak dari anak-anak yang kini memilih menghabiskan waktu bermain di taman cerdas ketimbang di tempat lain. Kegiatan Solo Mengajar juga mendongkrak jumlah kunjungan di taman cerdas. Para sukarelawan pengajar mengajak anak-anak belajar bersama di taman cerdas,” ujar Supraptiningsih.

Supraptiningsih menerangkan berbagai fasilitas yang tersedia di masing-masing taman cerdas, antara lain ruang perpustakaan, ruang bakat minat atau ruang seni, ruang information technology (IT), dan ruang bermain terbuka. Menurut dia, Bepermas PPPA dan KB selalu menerima laporan operasional taman cerdas dari masing-masing pengelola sehingga mudah dalam menganalisis kebutuhan.

“Taman cerdas didirikan di wilayah padat penduduk untuk menyediakan tempat bermain dan belajar bagi anak-anak. Sudah ada delapan taman cerdas yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Paling baru Taman Cerdas Semanggi akan dibuka untuk umum awal tahun depan. Keberadaan taman cerdas ini mendukung capaian target-target Solo sebagai Kota Layak Anak,” tutur dia.

Ditemui terpisah, pengelola Taman Cerdas Pajang, Laweyan, Eviana Amri Kusmiati, menyebut Taman Cerdas Pajang kini tidak hanya dikunjungi masyarakat atau anak-anak dari Pajang, melainkan juga dari luar daerah. Menurut dia, beberapa kegiatan yang digelar di Taman Cerdas Pajang mampu menarik animo masyarakat luar Pajang.

“Mayoritas pengunjung taman cerdas memang masih anak-anak dari Pajang. Kami terus mencoba merintis penyelenggaraan kegiatan bekerja sama dengan pihak luar agar taman cerdas kian ramai dikunjungi. Taman cerdas hadir untuk menyediakan sarana pembelajaran sebanyak mungkin untuk anak-anak,” tutur Eviana.

Berikut taman cerdas di Solo:
1. Taman Cerdas Mojosongo
2. Taman Cerdas Gandekan
3. Taman Cerdas Kadipiro
4. Taman Cerdas Joyotakan
5. Taman Cerdas Pajang
6. Taman Cerdas Sumber
7. Taman Cerdas Jebres
8. Taman Cerdas Pucangsawit
9. Taman Cerdas Semanggi (siap dibuka awal 2017)
Sumber: Bapermas PP PA dan KB Solo.

lowongan kerja
lowongan kerja SOLO EYE CENTER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…