Istimewa Sejumlah personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) Polsek Teras membagi-bagikan sembako kepada warga miskin akhir pekan lalu. (JIBI/Solopos/Istimewa) Istimewa Sejumlah personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) Polsek Teras membagi-bagikan sembako kepada warga miskin akhir pekan lalu. (JIBI/Solopos/Istimewa)
Jumat, 23 Desember 2016 21:40 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KISAH INSPIRATIF
Polisi Boyolali Ini Rajin Sisihkan Gaji Buat Warga Miskin

isah inspiratif ini datang dari sejumlah polisi yang rajin menyisihkan uang gajinya untuk membantu warga miskin.

Solopos.com, BOYOLALI — Apa yang dilakukan polisi ini layak diteladani. Mereka merelakan tunjangan gajinya dipotong setiap bulan guna menolong warga miskin yang ditemui di kampung-kampung.

“Kebetulan kami ini polisi Bhabinkantibmas [Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat] yang bertugas di desa-desa. Nah, setiap hari, kami bertemu orang-orang miskin dan jompo. Kami terenyuh melihat nasib mereka,” kata Aiptu Hary Kusumo, salah satu personel Polsek Teras saat berbincang dengan Solopos.com seusai membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Teras, Kecamatan Teras, Boyolali, akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, ada lima warga Desa Teras yang menerima paket sembako dari para Bhabinkantibmas. Mereka adalah warga miskin serta warga jompo yang sudah tak bisa berjalan. Bahkan ada warga jompo yang usianya di atas 100 tahun yang hanya bisa tidur di dipan.

“Alhamdulillah kegiatan bagi-bagi sembako ini sudah berjalan enam bulan. Semua uang diambilkan dari tunjangan gaji kami sendiri. Kami sadar ada hak fakir miskin di situ,” sambung Hary.

Hary tak sendirian dalam aksi tersebut. Ia mengajak sejumlah rekannya untuk berbagi. Setiap bulan, tunjangan profesi mereka senilai Rp1 juta mereka potong Rp150.000. Uang itu lantas dikumpulkan hingga mencapai Rp1 juta. Bagi mereka, uang yang disisihkan itulah yang bakal abadi hingga di hari pembalasan.

“Uang itu kami belikan paket sembako. Lalu kami bagikan kepada warga miskin di wilayah kami,” sambung Bripka Yudistira Bhabin, polisi lainnya.

Salah satu penerima paket sembako, Mbah Jumiyem, 70, warga Dukuh Tegalan, RT 005/ RW 001, Desa Teras, Kecamatan Teras, sama sekali tak menyangka akan menerima paket sembako dari polisi. Mbah Juminem sempat waswas ketika sejumlah polisi berseragam mendatangi gubuknya.

Tak berselang lama wajahnya berbinar setelah diberi paket sembako. “Alhamdulillah. Ternyata pak polisi yang datang mau memberi saya sembako. Mugi pak polisi diparingi kesehatan [semoga pak polisi diberi kesehatan],” ujar Mbah Jumiyem dalam bahasa Jawa.

Tak hanya Mbah Jumiyem, Mbah Suji, warga RT 003/ RW 001, Desa Teras, juga mengungkapkan kebahagiaannya saat menerima paket sembako berisi beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, dan lain-lainya.

Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri, mengaku salut dengan aksi sosial yang diinisiasi anak buahnya itu. Menurut Nadiri, aksi para bhabinkantibmas tersebut layak diapresiasi dan bisa ditiru anggota lainnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP…