Kebakaran di RT004/RW001 Kampung Tumenggungan, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (23/12/2016). (Nicoalus Irawan/JIBI/Solopos) Kebakaran di RT004/RW001 Kampung Tumenggungan, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (23/12/2016). (Nicoalus Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 23 Desember 2016 18:15 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

KEBAKARAN SOLO
Rumah Terbakar di Timuran Bertambah Jadi 8 Unit

Kebakaran Solo, jumlah rumah yang terbakar di Kampung Tumenggungan, Kelurahan Timuran, jadi delapan unit.

Solopos.com, SOLO — Jumlah rumah yang ludes dalam kebakaran di kawasan padat penduduk Kampung Tumenggungan RT 004/RW 001 Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Jumat (23/12/2016) pukul 13.30 WIB, bertambah dari semua enam rumah menjadi delapan rumah.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun sedikitnya 10 keluarga harus mengungsi. Pantauan Solopos.com di lokasi, korban bencana kebakaran dibantu warga sekitar menyelamatkan barang dan membawanya ke bekas TK Panti Putra Mangkunegaran atau Pendapa Kepatihan yang berjarak kurang dari 10 meter dari lokasi kebakaran.

Sejumlah korban terguncang dan menangis histeris mendapati rumah dan barang milik mereka habis dilalap si jago merah. Api baru bisa dipadamkan sejam kemudian dengan bantuan tujuh unit mobil pemadam kebakaran.

Salah seorang warga korban bencana kebakaran, Ririn, 44, menuturkan api berasal dari dapur rumah salah satu tetangganya. “Tadi ada tetangga yang menggoreng [makanan] lalu ditinggal pergi. Tiba-tiba apinya membesar dan menyambar rumah-rumah di sekitarnya,” katanya saat ditemui wartawan di Pendapa Kepatihan.

Dia mengatakan kebakaran itu berlangsung dengan cepat tanpa disertai ledakan. “Tidak ada suara ledakan, tapi apinya cepat sekali menjalar. Kami buru-buru menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Yang di rumah bagian belakang belum sempat kami bawa karena api telanjur membesar. Takut juga tadi,” jelasnya.

Ririn mengaku belum tahu nasib tempat tinggal keluarganya pascabencana kebakaran tersebut. “Enggak tahu nanti tinggal di mana. Belum bisa mikir. Kalau enggak mengungsi di sini, ya di tempat saudara,” kata dia.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Gatot Sutanto, saat ditemui di lokasi kebakaran, menyampaikan api merembet dengan cepat lantaran angin bertiup cukup kencang.

“Informasi awal yang masuk, ada rumah terbakar di selatan Monumen Pers. Awalnya kami melokalisasi api dari Jl. Gajah Mada. Aksesnya sangat minim karena terhalang tembok. Setelah itu, kami baru buka akses pemadaman dari Panti Putra. Tapi api sudah menjalar karena anginnya cukup kencang dan rumah-rumah di sana kebanyakan bangunan lama dengan material kayu,” katanya.

Selain angin kencang, Gatot mengatakan minimnya sumber air di sekitar lokasi untuk menunjang mobil pemadaman kebakaran juga menyulitkan pengendalian api. Kondisi lalu lintas dalam kota yang padat juga menghambat mobilitas petugas.

Dia menyampaikan kebakaran tersebut termasuk kategori bencana. BPBD Solo bersama Koramil setempat menyiapkan tempat pengungsian sementara bagi korban kebakaran serta dapur umum untuk pemenuhan logistik.

“Ini termasuk bencana karena lebih dari lima rumah. Kami sudah koordinasi dengan Koramil akan membantu pengungsi serta membuat dapur umum. Paling tidak selama dua hari ke depan. Kami juga mendapatkan dukungan kesehatan dan logistik dari PMI Solo,” ujar dia.

Sore harinya, BPBD mengirimkan bantuan logistik bagi korban kebakaran berupa mi instan, beras, lauk pauk dalam kaleng, teh, kopi, serta minyak goreng. Sedangkan PMI Solo mendirikan tenda darurat dan menyiagakan petugas kesehatan di lokasi pengungsian.

CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan telah menerjunkan 14 personel dan satu mobil ambulans untuk membantu korban bencana kebakaran. PMI Solo juga menyiapkan empat tenda pengungsian di kompleks eks TK Panti Putra.

“Kami bantu selter dan tenaga kesehatan bagi pengungsi. Tidak ada batas waktu untuk membantu korban. Kami sediakan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata dia.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…