Ilustrasi jembatan (Dok) Ilustrasi jembatan (Dok)
Jumat, 23 Desember 2016 06:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL
Proyek Jembatan Rp3,7 Miliar Tak Selesai, Hujan Jadi Penyebab

Infrastruktur Gunungkidul untuk pembangunan jembatan tak sesuai target.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Proyek Jembatan Klayar senilai Rp3,7 miliar dipastikan tidak selesai dikerjakan tahun ini. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjatuhkan denda kepada pemborong bangunan.

Baca Juga : INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Proyek Jembatan Rp3,7 Miliar Tak Selesai, Pemborong Kena Denda

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptono, tidak selesainya pembangunan jembatan Klayar hingga akhir tahun disebabkan hujan yang terjadi terus menerus. Pekerja kata dia kesulitan membangun fondasi jembatan dalam situasi hujan.

“Kalau hujan mau ngecor jembatan tidak bisa dipaksakan,” tutur dia. Jembatan Klayar memiliki panjang 40 meter dan lebar tujuh meter. Jembatan ini merupakan akses menuju Gua Pindul di Kecamatan Karangmojo dari arah Kecamatan Nglipar.

Eddy mengklaim, tahun ini hanya proyek Jembatan Klayar yang tidak selesai tepat waktu.

“Tahun lalu ada empat proyek yang tidak selesai, tahun sebelumnya lagi ada tiga proyek. Tahun ini hanya satu,” tutur dia. Mayoritas proyek yang tidak selesai tepat waktu adalah bangunan seperti jembatan atau gedung bertingkat. Sedangkan pembangunan jalan menurutnya mayoritas selesai tepat waktu.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kabupaten Gunungkidul Djaka Lelana mengatakan, hujan deras mengakibatkan arus sungai tempat jembatan berdiri meningkat. Dalam kondisi arus deras, pembangunan jembatan sulit terlaksana.

“Memang benar belum selesai, ini karena cuaca. Kami beri kesempatan pada rekanan untuk menyelesaikan selama 50 hari,” jelas Djaka Lelana.

Sedangkan untuk pembangunan jalan, pemerintah memastikan seluruhnya selesai tepat waktu. Pembangunan jalan dinilai lebih mudah bila dibandingkan bangunan. Pemerintah telah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk membangun jalan sepanjang tahun ini. Antara lain jalan menuju objek wisata.

lowongan kerja
lowongan kerja BPR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…