Seorang pembeli memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro) Ilustrasi aktivitas pedagang di pasar (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Jumat, 23 Desember 2016 00:20 WIB Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Jelang Libur Panjang, Bahan Pangan Surplus

Harga kebutuhan pokok untuk liburan

Solopos.com, SLEMAN — Ketersediaan kebutuhan pangan pokok dan bahan bakar selama libur panjang di wilayah Kabupaten Sleman dipastikan mencukupi. Pemantauan untuk mengantisipasi munculnya praktik penimbunan barang hingga peredaran bahan pangan berbahaya.

Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman, Ambarwati mengungkapkan ketersediaan kebutuhan pokok terutama komoditas beras, daging sapi, daging ayam, cabe dan telur ayam mencukupi bahkan surplus.

“Beras terutama mengalami surplus hingga 6.577 ton. Namun, untuk cabe merah mengalami minus hingga Desember ini  hingga 657 ton. Hal ini disebabkan kondisi musim, di mana hujan terus-menerus turun,” ujar Ambarwati dalam jumpa pers, Kamis (22/12/2016).

Ambarwati menjelaskan untuk mendukung ketersediaan beras bagi rumah tangga miskin sedang telah didistribusikan beras daerah untuk alokasi bulan Desember. Sedikitnya 907.275 kilogram rasda disalurkan untuk 60.485 rumah tangga sasaran (RTS) di 86 desa.

Sedangkan, untuk ketersediaan bahan bakar terutama gas elpiji, relatif aman untuk menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru ini. Kuota gas elpiji ada kenaikan hingga 12% untuk menghadapi akhir tahun ini.

“Sisa kuotanya [LPG bersubsidi] untuk saat ini ada 583.233 tabung. Kami terus melakukan sosialisasi agar keluarga mampu serta pelaku industri dapat beralih ke elpiji 5 kilogram atau 12 kilogram,” jelas Ambarwati.

Lowongan Pekerjaan
Tiga Pilar Perkasa, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…