Sejumlah anak berdiri berjajar di pinggiran Jl. Jogja-Solo Km 9, Sleman untuk berburu telolet. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah anak berdiri berjajar di pinggiran Jl. Jogja-Solo Km 9, Sleman untuk berburu telolet. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 11:55 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

DEMAM TELOLET
Keceriaan Anak-Anak Mengisi Liburan Sekolah dengan Berburu Telolet

Demam telolet muncul bersamaan dengan musim liburan sekolah

Solopos.com, SLEMAN- Pagi itu, Kamis (22/12/2016) matahari belum terlalu tinggi ketika tiga bocah laki-laki telah siap berdiri berjajar di pinggiran Jl. Jogja-Solo Km 9, Sleman.

Tak ada perlengkapan khusus yang membersamai mereka, hanya dengan mengenakan kaos, celana pendek, dan sandal jepit serta sebuah properti kardus yang berlabel salah satu produk mie instant dengan bertuliskan “Om Telolet Om” mereka siap dijuluki Pemburu Telolet.

Pagi sekali, sejak pukul 07.00 WIB Masmuryan El Gifto, 12, Indra Kurniawan Saputra, 9, serta Akmal Wirasetya, 12, berusaha mencuri perhatian sejumlah pengemudi bus AKAP yang berlalu di sepanjang jalan raya Jogja-Solo.

Tanpa sungkan mereka meneriakkan lantang kalimat permintaan “Om Telolet Om” kepada sejumlah pengemudi bus yang kemudian diikuti sebuah suara telolet nyaring dari bus.

“Kita minta telolet sama supirnya. Lumayan sih, dari tadi sudah dapat 12 kali telolet,” ujar Gifto girang, Kamis (22/12/2016).

Adalah pengalaman kali kedua bagi mereka bertiga untuk berburu telolet di pinggir jalan seperti pagi itu. Setelah sebelumnya berburu di titik lokasi yang berbeda, meski berada di wilayah yang sama yakni di seputaran Jl Raya Jogja-Solo.

Bagi Gifto dan kedua rekannya, Indra dan Akmal, berburu telolet merupakan kegiatan yang  sangat menghibur. Seperti hari itu, lambat laun matahari semakin naik dan memanas di ubun-ubun kepala mereka. Namun, tak ada kesan macam-macam yang ingin mereka cari, hanya demi mendengar uniknya bunyi-bunyian telolet menjadi satu-satunya daya tarik terbesar bagi mereka.

“Dari tadi nggak ada yang videoin, nggak papa sih  yang penting bisa dengerin teloletnya,” kata Indra menambahkan.

Akmal tak ingin kalah berkomentar, selama musim liburan sekolah kali ini, ia dan kedua kawannya yang bermukim di Sorogenen tersebut tak ingin melewatkan kesempatan untuk berburu telolet. Kesenangan yang mereka cari tersebut pun bukan menjadi kegiatan yang illegal, ia mengaku telah meminta ijin dari masing-masing orangtua untuk berburu telolet di pinggir jalan Jogja-Solo.

“Sudah ijin sama orangtua, dibolehkan saja tapi harus selalu hati-hati,” timpalnya.

Melihat tiga bocah berdiri di pinggir jalan tanpa pendamping, tergerak hati Singgih Prasetyo (26) warga Gondokusuman, Jogja untuk mengabadikan moment tersebut lewat media perekam video. Ia berniat untuk mengabadikan moment tersebut sebagai tambahan koleksi teloletnya yang sebelumnya telah ia kumpulkan.

“Kebetulan lewat sini dan ngelihat anak-anak pada nggak ada yang videoin dan nggak ada yang dampingin mereka, kasihan,” kata Singgih.

Sebelum viral di media sosial akhir-akhir ini, ia mengaku telah sering berburu telolet di sejumlah lokasi seperti terminal Giwangan dan jalur yang dilewati bus AKAP. Menurutnya, untuk anak-anak kecil yang berburu Telolet memang membutuhkan pendampingan khususnya dari orang yang lebih dewasa.

“Sebetulnya cuman seneng banget lihat anak-anaknya yang girang ketika mendengar telolet,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.Educatio Imagi Kreasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…