Presiden Jokowi mencoba sepasang sepatu di Manado Town Square, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/10/2016) malam. (Istimewa/@jokowi) Presiden Jokowi mencoba sepasang sepatu di Manado Town Square, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/10/2016) malam. (Istimewa/@jokowi)
Jumat, 23 Desember 2016 14:30 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Peristiwa Share :

DEMAM TELOLET
Jokowi Komentari Fenomena “Om Telolet Om”

Jokowi mengomentari fenomena “Om Telolet Om” yang sedang ngehits.

Solopos.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya ikut berkomentar soal fenomena “Om Telolet Om.” Lontaran kalimat anak-anak untuk meminta sopir bus membunyikan klakson itu memang belakangan menjadi perbincangan di dunia maya.

“Ya ini kekuatan dan potensi media sosial yang kita lihat dan yaitu sebuah kesederhanaan, sebuah kesenangan, sebuah kebahagiaan dari rakyat untuk memperoleh sebuah hiburan atau sebuah hobi, saya kira sangat bagus sekali,” katanya usai menghadiri deklarasi pemagangan nasional di KIIC, Karawang, Jawa Barat, Jumat.

Presiden melihat fenomena itu sebagai bagian cara unik warga untuk bersenang-senang atau mendapat hiburan.

Namun dia menegaskan harus adanya batas-batas yang tak boleh dilanggar dalam mencari hiburan semacam itu supaya tidak sampai membahayakan keselamatan warga.

“Ya pasti ada batas-batasnya, masa bus baru berjalan dicegat di tengah jalan gini, ya kan hal-hal seperti itu yang dilarang yang seperti itu,” katanya.

Fenomena “Om Telolet Om” mendadak heboh dibicarakan di jagat maya pekan ini. Berawal dari tren meme Internet di Indonesia, “Om Telolet Om” rupanya telah menjangkiti kalangan disk jockey (DJ) top dunia. Tak berselang lama, akun Instagram tokoh-tokoh top dunia tiba-tiba diisi komentar “Om Telolet Om.”

Dari klub-klub sepakbola hingga artis Korea Selatan juga ikut mengunggah “Om Telolet Om.” Para DJ juga membuat aransemen musik “Om Telolet Om.” Alhasil dalam satu pekan ini, “Om Telolet Om” mendunia.

 

lowongan kerja
lowongan kerja AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…