Fenomena bus telolet juga merambah pada sejumlah anak di Kulonprogo. Ruas jalan nasional yang ramai dilalui bus AKAP jadi lokasi strategis bagi anak-anak ini, Kamis (22/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Fenomena bus telolet juga merambah pada sejumlah anak di Kulonprogo. Ruas jalan nasional yang ramai dilalui bus AKAP jadi lokasi strategis bagi anak-anak ini, Kamis (22/12/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 23 Desember 2016 13:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

DEMAM TELOLET
Ini Berbahaya, Demi Berburu Telolet, Anak-Anak Berdiri hingga di Tengah Jalan

Demam telolet mewabah di musim liburan sekolah anak-anak

Solopos.com, KULONPROGO-Fenomena om telolet om yang viral berapa waktu terakhir ini mau tidak mau menyentuh isu keselamatan di jalan raya. Pasalnya, ruas jalan di Kulonprogo sendiri sering dilalui kendaraan besar dalam kecepatan tinggi.

Saat itu belum lagi siang, namun sejumlah anak kecil hingga usia remaja dalam beberapa kelompok terpisah nampak berjejer di berbagai sisi jalan raya Wates-Purworejo. Masing-masih bocah memegang kertas warna-warni yang ditulis dengan spidol hitam. Tak salah lagi, anak-anak ini adalah korban sekaligus pelaku fenomena sosial yang bahkan populer ke dunia internasional lewat sosial media ini.

Salah satu bocah usia belasan tahun nampak melambaikan tangannya sembari berteriak ketika sebuah bus AKAP melintas. Seakan mengerti, supir bus pun dengan murah hati membunyikan klaksonnya. Bagai mendapat durian runtuh, rombongan anak ini kemudian bersorak, jejingkrakan dan berlompatan bahagia.

Mereka seakan tak ada yang peduli dan ambil pusing jika sudah melangkah hingga nyaris sepertiga badan jalan. Jika naas, bukan tak mungkin tubuh muda itu kemudian akan tersambar kendaraan yang lewat. Untungnya, saat itu pengendara motor yang melintas kemudian awas dan menghindari bocah usia sekolah yang sedang tak peduli pada sekitarnya ini.

Ruas jalan Kulonprogo sendiri terbilang ramai dilalui truk dan bus antar kota. Jalanan dengan 2 jalur ini cederung ramai lancar sehingga pengemudi pun tak ragu memacu kencang kendaraannya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi membenarkan jika tingkat kecelakaan lalu lintas di Kulonprogo sendiri terbilang cukup tinggi. Karena itu, ia mengimbau agar penikmat fenomena baru ini harus berhati-hati karena bisa membahayakan diri di jalan nasional.

“Bus kecepatan tinggi distop kan membahayakan, jadi imbauan kami adalah tetap hati-hati,” ujarnya usai Gelar Pasukan Operasi Lilin 2017 di Polres Kulonprogo pada Kamis(22/12/2016).

Dikatakan pula, Polres Kulonprogo akan sekaligus memantau jika memang kegiatan ini cenderung mengganggu dan membahayakan keselamatan masyarakat di jalanan. Terlebih lagi, liburan akhir tahun sekaligus membuat jalanan lebih padat dari biasanya.

Bus-bus pariwisata yang melintas juga diperkirakan bertambah. Nanang menilai sebenarnya akan jauh lebih aman apabila anak-anak melakukan aktivitas om telolet om itu di terminal dibandingkan berdiri di tepi jalan raya.

Faktanya, pertimbangan keamanan diri di tepi jalan mungkin tak pernah terlintas di benak anak-anak ini. Erika Aziz, salah remaja putri yang ditemui di Durungan, tepi jalan raya Wates-Purworejo mengaku sengaja berburu telolet untuk mengisi liburan sekolahnya. Disinggung soal kekhawatiran tersambar kendaraan yang lewat, gadis ini mengatakan tidak takut sama sekali. “Kita di pinggir jalan kok,mbak,”ujarnya buru-buru.

lowongan kerja
lowongan kerja Cahaya Fortuna Sejati, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…