Tim MDMC Karanganyar berfoto bersama di dekat Pos Pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Minggu (2/10/2016) pagi. (Istimewa/MDMC Karanganyar) Tim MDMC Karanganyar berfoto bersama di dekat Pos Pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Minggu (2/10/2016) pagi. (Istimewa/MDMC Karanganyar)
Jumat, 23 Desember 2016 19:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup karena Cuaca Ekstrem

Jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu lewat Cemoro Kandang ditutup sementara karena cuaca ekstrem.

Solopos.com, KARANGANYAR — Jalur pendakian Gunung Lawu melalui Pos Cemoro Kandang, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, beberapa pekan terakhir, ditutup karena cuaca ekstrem.

Penutupan dilakukan bukan oleh Perum Perhutani selaku penanggung jawab kawasan pendakian, melainkan oleh para sukarelawan yang biasa berjaga di Pos Pendakian Cemoro Kandang. Hal itu diungkapkan sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL) yang biasa stanby di Pos Cemoro Kandang, Budi Santoso, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler, Jumat (23/12/2016).

“Sejak awal Desember ini cuaca di jalur pendakian itu cukup ekstrem. Belum tahu sampai kapan. Cuaca sangat tidak bersahabat sehingga teman-teman berinisiatif menutup jalur,” ujar dia.

Budi mengakui beberapa hari terakhir terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang bermaksud mendaki Gunung Lawu. Tapi mereka diminta mengurungkan niat menyusul cuaca yang ekstrem.

Budi menjelaskan sejauh ini belum ada surat resmi penutupan jalur pendakian dari Perhutani. Penutupan yang dilakukan baru sebatas inisiatif para sukarelawan pencinta alam.

“Jadi ini [penutupan jalur] adalah inisiatif teman-teman. Penutupan tidak hanya di jalur pendakian Cemoro Kandang, tapi juga di jalur Candi Cetho dan Cemoro Sewu pun demikian,” kata dia.

Langkah para sukarelawan menutup jalur pendakian bertujuan mengantisipasi adanya korban. “Pendaki yang datang ke pos Cemoro Kandang setiap harinya cukup banyak,” tutur dia.

Wakil Kepala Administrasi KSKPH Perum Perhutani Solo, Haska, saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel menyatakan petugas di pos pendakian berhak melarang atau membolehkan pendaki naik. Menurut dia, langkah penutupan jalur pendakian yang dilakukan petugas pos pendakian bersifat situasioanal.

Saat cuaca sedang ekstrem, secara otomatis petugas melarang adanya pendakian. Tapi bila cuaca dinilai bersahabat, Haska melanjutkan petugas akan membolehkan para pendaki naik. “Kan pergerakan cuaca ekstrem tidak terjadi secara terus menerus,” tutur dia.

Haska menjelaskan petugas di pos pendakian yang paling mengetahui kondisi cuaca di Gunung Lawu. Penutupan oleh KSKPH Perum Perhutani hanya bila terjadi bencana kebakaran dan sejenisnya.

“Soal pendakian saat Natal dan Tahun Baru ya kita lihat cuacanya bagaimana. Bila memungkinkan ya dibuka, bila tidak memungkinkan ya kami utamakan keselamatan pendaki,” ujar dia.

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…