Foto Ilustrasi. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 23 Desember 2016 01:40 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KEAMANAN BANTUL
Polres Bantul Bentuk Tim Khusus Atasi Klithih

Tim yang bekerja tanpa batasan waktu itu akan diperkuat oleh beberapa anggota dari semua fungsi di jajaran Polres Bantul.

Solopos.com, BANTUL-Darurat klithih Polres Bantul bentuk tim khusus. Tim yang mereka sebut sebagai Tim Reaksi Cepat (TRC) itu mulai efektif bekerja, Kamis (22/12/2016) malam.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan, tim yang bekerja tanpa batasan waktu itu akan diperkuat oleh beberapa anggota dari semua fungsi di jajaran Polres Bantul. Mulai dari Intel, Reskrim, hingga Sabhara diakui Anggaito akan terlibat dalam tim tersebut.

Ketika dihubungi wartawan, Kamis (22/12/2016) siang, Anggaito menegaskan, patroli rutin akan dilakukan setiap malam. Jika sebelumnya pihak petugas hanya memantau kerumunan dari jauh, tidak dengan kali ini. “Kami akan langsung razia. Itulah kenapa di tim ini ada fungsi intelijen dan penindakan,” katanya.

Diakuinya, pembentukan TRC ini memang atas instruksi dari Polda DIY. Hanya saja, ia belum tahu persis pembentukan tim serupa sudah dilakukan di jajaran polres lainnya atau belum.

Ia menambahkan, pihak Polres Bantul sebenarnya sudah membentuk tim khusus untuk menangkal aksi klithih ini sejak beberapa bulan lalu. Sayangnya, kerja tim itu kurang maksimal.

Terpisah, Kapolres Bantul AKBP Dadiyo menambahkan, tim yang dipersiapkan dengan jumlah total 50 personel itu diharapkan bisa berintegrasi dengan tim yang selama ini sudah bertugas di masing-masing rayon Kepolisan Sektor (Polsek).

Dijelaskannya, selama ini tim-tim itu sudah secara rutin melakukan giat patroli dengan fokus razia senjata tajam, minuman keras, dan narkoba. Itulah sebabnya, dengan dibentuknya TRC, kasus-kasus klithih nantinya bisa diantisipasi sejak awal.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…