Sejumlah siswa SMK Gedangsari, Gunungkidul memperagakan penggunaan busana batik dalam Baron Festival yang digelar di Baron Techno park, Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (21/12/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah siswa SMK Gedangsari, Gunungkidul memperagakan penggunaan busana batik dalam Baron Festival yang digelar di Baron Techno park, Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (21/12/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 22 Desember 2016 11:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Baron Festival Kenalkan Energi Terbarukan pada Generasi Muda

Wisata Gunungkidul mendapatkan dukungan dari Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Baron Festival pertama kali digelar di kawasan Baron Technopark di Desa Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (21/12/2016). Lewat festival ini, pengetahuan tentang energi terbarukan disebarluaskan ke ratusan siswa SMA dan SMK se-Gunungkidul.

Event akbar Baron Festival berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis (22/12/2016). Diselenggarakan oleh Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melaui Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE).

Ratusan siswa SMA dan SMK di seluruh Gunungkidul ikut serta dalam kegiatan ini. Baik melalui berbagai pameran teknologi hingga ikut serta dalam pelatihan memanfaatkan energi terbarukan.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT Hammam Riza mengatakan, Baron Festival sebagai wadah untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang energi terbarukan. Sebab di Kawasan Baron Technopark terdapat beragam sumber energi terbarukan.

“Di sini ada eneri listrik dari panas matahari, dari angin serta dari tenaga diesel biofuel,” kata Hammam Riza, Rabu.

Selama ini kata dia kawasan Baron Technopark menjadi semacam laboratorium bagi siapapun yang ingin belajar dan menerapkan energi terbarukan.

Hingga akhir 2016, tercatat lebih dari 4.000 pengunjung yan didominasi kalangan siswa sekolah belajar energi terbarukan di Baron Technopark. “Di sini juga ada pusat informasi multimedia bagi pengunjung yang ingin belajar,” papar dia.

Ditambahkan Hammam, target kegiatan diseminasi energi terbarukan kepada anak-anak muda adalah supaya penggunaan listrik ramah lingkungan dapat diwujudkan ke depannya. Pemerintah kata dia memiliki target, pada 2025 pemanfaatan energi terbarukan ramah lingkungan untuk kebutuhan listrik nasional mencapai hingga 23%. “Saat ini baru 5%. Harapannya ke depan bisa sampai 23%,” lanjutnya.

Kawasan Baron Technopark yang berada di sebelah barat Pantai Baron memiliki area seluas sembilan hektare. Sejumlah fasilitas teknologi di bidang energi terbarukan terpasang di area ini. Antara lain 36 kWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 4 unit Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) masing-masing 1 kW, 4 kW,5 kW dan 10 kW.

Selain itu terpasang 25 kW pembangkit listrik tenaga diesel biofuel. Ada pula fasilitas pengolahan minyak nabati dan biodiesel berkapasitas 500 kg/batch, pembuat es dan cold storage. Para pengunjung juga akan dimanjakan dengan keindahan laut pantai selatan serta berbagai fasilitas seperti jam matahari.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi adanya Baron Festival. Acara semacam ini diharapkan dapat mendorong upaya pemerintah dan masyarakat memperbanyak penggunaan energi terbarukan. “Keberadaan Baron Technopark merupakan salah satu upaya kerjasama strategis dalam mewujudkan teknologi konversi energi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di Gunungkidul,” jelas Immawan Wahyudi.

Lowongan Pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…