Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Kamis, 22 Desember 2016 18:30 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Internasional Share :

Tak Ingin "Mbebek", Presiden Minta Keanggotaan Indonesia di 233 Organisasi Internasional Dievaluasi

Presiden Jokowi meminta keanggota Indonesia di 233 organisasi internasional dievaluasi.

Solopos.com, JAKARTA — Keanggotaan Indonesia dalam 233 organisasi internasional akan dievaluasi. Saat membuka rapat terbatas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jumlah keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional tersebut cukup banyak.

Hal itu sesuai dengan amanah dalam pembukaan konstitusi bahwa Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Namun, Presiden menekankan bahwa keanggotaan Indonesia di organisasi-organisasi internasional harus didasarkan pada kemanfaatan bagi kepentingan nasional bangsa.

“Untuk itu saya minta dilakukan evaluasi sejauh mana keanggotaan kita di 233 organisasi internasional tersebut memberi manfaat yang nyata atau tidak kepada kepentingan nasional,” katanya, di Kantor Presiden, Kamis (22/12/2016).

Jokowi mengatakan jangan sampai keikutsertaan dalam organisasi internasional hanya untuk formalitas, namun tidak ada kontribusi yang positif bagi negara maupun dunia.

“Saya juga tidak ingin keanggotaan kita di organisasi internasional hanya ikut-ikutan hanya mengekor, hanya membebek. kita harus berpegang teguh pada haluan politik luar negeri kita yang bebas dan aktif,” kata Jokowi.

Salah satu konsekuensi keikutsertaan dalam organisasi internasional adalah perihal kontribusi pendanaan. “Artinya kita harus mempertimbangkan kemampuan dan efektivitas penggunaan uang negara yang kita pakai untuk organisasi-organisasi itu. Jangan sampai apa yang sudah kita berikan ke sana menjadi sia-sia karena tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi bangsa,” jelasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jaminan Produk Halal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (21/7/2017). Esai ini karya Muhammad Qomar, alumnus Program Master of Public Administration University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah qomarmoehammad@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Beberapa waktu lalu beredar mi instan impor yang mengandung…