Soloraya Hari Ini Kamis (22/12/2016) Soloraya Hari Ini Kamis (22/12/2016)
Kamis, 22 Desember 2016 09:45 WIB Haryo Prabancono/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Soloraya Hari Ini: Social Kitchen Dilarang Buka

Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini mengabarkan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang melarang operasional Resto Social Kitchen.

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, melarang manajemen Sosial Kitchen Lounge and Bar di Banjarsari membuka operasional resto dan tempat hiburan malam tersebut.

Kebijakan ini diminta dipatuhi selama proses hukum berjalan. Saat ini, kasus dugaan perusakan dan penganiayaan di Social Kitchen masih ditangani Polda Jawa Tengah.  “Sudah saya minta tutup dulu sampai proses hukumnya selesai,” kata Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (21/12/2016).

Wali Kota sejauh ini belum bisa memutuskan nasib operasional Social Kitchen. Ia akan mengecek dulu perizinan Social Kitchen. Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah operasional Social Kitchen melanggar aturan atau tidak. Namun Nsebagai langkah jangka pendek, Rudy telah meminta manajemen Social Kitchen tidak beroperasi.

Restoran Social Kitchen yang dilarang buka selama proses hukum kasus dugaan perusakan dan penganiayaan masih ditangani Polda Jawa Tengah menjadi headline halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Kamis (22/12/2016).

Halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini juga mengabarkan aksi Hari Ibu di Karanganyar, Pemdes Klaten larang sediakan kotak sumbangan, dan pajak online dorong kenaikan penerimaan pajak.

Simak cuplikan kabar halaman Soloraya Harian Umum Solopos hari ini, Kamis:

AKSI HARI IBU : Meresapi Jasa Ibunda Melalui Goresan Pensil

Nefrida Clara Herfi na berusaha keras melukis wajah ibundanya. Tangan siswa kelas X IPS I SMA Negeri 2 Karanganyar yang memegang pensil itu bergerak ragu di kertas putih ukuran sedang.

Matanya berulang kali melihat foto ibundanya di telepon seluler (ponsel) pemberian orang tuanya. Di situ fotom sang ibunda yang tengah menjadi TKI di Hong Kong tersenyum menatapnya.

Ternyata tidak mudah melukis wajah sang ibunda bagi perempuan asal Sanggrahan, Delingan, Karanganyar itu. Berulangkali goresan pensil yang membentuk lukisan wajah ibundanya ia hapus. ”Membuat lukisan bagian hidung dan bibir yang paling susah,” tutur remaja berusia 16 tahun itu, Rabu (21/12/2016).

Pagi itu Nefrida bersama puluhan siswa lain mengikuti aksi melukis wajah  ibu di sekolah. Miniaksi yang digelar dadakan SMAN 2 Karanganyar tersebut untuk memperingati Hari Ibu pada Kamis (22/12/2016). Tujuannya untuk mengingatkan siswa agar lebih berbakti kepada sang ibunda.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

PEMBERANTASAN PUNGLI : Pemdes Larang Sediakan Kotak Sumbangan

Inspektorat Klaten meminta kotak sumbangan tak lagi dipasang di kantor pemerintah desa (Pemdes). Keberadaan kotak tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk pungutan liar (pungli). Keberadaan kotak amal bisa menjadi temuan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Klaten.

“Kotak amal yang ada di desa, kami harapkan segera dihilangkan. Kotak amal adanya ya di masjid. Kenapa kami minta dihilangkan? Karena kotak amal di kantor desa termasuk di kantor kecamatan itu masuk pungli,” kata Kepala Inspektorat Klaten, Syahruna, saat sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa, TP4D, Pajak, dan Kebijakan Pengawasan 2017 di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (21/12/2016).

Ditemui seusai sosialisasi, Syahruna mengatakan kotak sumbangan di kantor desa dipasang dengan dalih warga memberikan sumbangan sukarela ketika mengurus administrasi.

“Terkadang warga diminta memberikan tinggalan. Kami juga tidak tahu idenya siapa ada kotak amal,” katanya. Syahruna mengklaim di Klaten tak ada lagi kantor pemerintah desa serta kecamatan yang menyediakan kotak sumbangan.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

SMART CITY : Pajak Online Dorong Kenaikan Penerimaan Pajak

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bekerja sama dengan Bank Jateng meluncurkan online system pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir. Layanan pajak online ini untuk mewujudkan smart city dan transparansi perpajakan.

Wali Kota Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, mengatakan pajak online diberlakukan untuk seluruh pelaku usaha hotel, restoran, hiburan, dan parkir di Solo. Hal ini mendukung transparansi perpajakan dan mempermudah pengawasan. Oleh karena itu, data pajak online bisa menjadi landasan bagi pemerintah daerah (pemda) untuk menentukan kebijakan penganggaran maupun penentuan kegiatan.

“Melalui pajak online, efektivitas kegiatan pariwisata akan terpantau dan bisa diukur, apakah acara tersebut berhasil menarik wisatawan dan bagaimana pengaruhnya ke usaha yang ada di Solo. Pengajuan anggaran pariwisata pun ada landasan yang kuat,” ungkap Rudy kepada wartawan seusai launching di Hotel Swiss Belinn Saripetojo, Solo, Rabu (21/12/2016).

Melalui pajak online, seluruh transaksi akan tercatat dan terpantau, seperti halnya e-retribusi yang saat ini sudah berjalan. Menurut Rudy, secara bertahap seluruh pajak yang ada di Solo akan dilakukan dengan sistem online. Ini mengingat tidak mudah dan tidak murah menyediakan layanan pajak online.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…