Social Kitchen pascadisweeping (Istimewa) Social Kitchen pasca-sweeping (Istimewa)
Kamis, 22 Desember 2016 17:15 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Solo Share :

Proses Hukum Berlanjut, Social Kitchen Solo Tutup Sementara

Resto Social Kitchen di Banjarsari, Solo, menutup operasional mereka sementara kasus hukum perusakannya jalan terus.

Solopos.com, SOLO — Manajemen Social Kitchen Restaurant Social Eat Dine and Chill menutup sementara tempat usahanya mulai Kamis (22/12/2016). Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerbitkan larangan restoran dan tempat hiburan malam tersebut beroperasi hingga proses hukum atas aksi sweeping disertai perusakan oleh sekelompok orang pada Minggu (18/12/2016) dini hari lalu kelar.

Proses hukum kasus itu ditangani Polda Jawa Tengah (Jateng). Pantauan Solopos.com di Social Kitchen, Kamis siang, akses menuju restoran dan tempat hiburan malam tersebut dari Jl. Abdul Rachman Saleh ditutup. Pengelola hanya membuka sebagian pagar akses keluar menuju Jl. D.I. Panjaitan. Plang utama di pintu masuk juga menunjukkan tanda “Tutup”.  (Baca juga: Wali Kota Solo Larang Social Kitchen Beroperasi)

Salah seorang pedagang bermobil yang berjualan di depan Social Kitchen, Huda, 19, menuturkan sejak pagi tidak ada aktivitas di restoran dan tempat hiburan malam itu. “Dari tadi tidak ada aktivitas sama sekali. Pagarnya juga ditutup seperti itu. Cuma ada petugas satpam dan penjaganya. Tidak ada polisi yang berjaga di sana, seperti beberapa hari terakhir ini,” kata dia.

Dia mengaku tidak mengetahui aksi sweeping disertai perusakan dan penganiayaan yang dilakukan sekelompok warga beberapa hari sebelumnya. Saat ditanya soal adanya pertunjukan tarian erotis di Social Kitchen, dia menggelengkan kepala. “Enggak tahu. Soalnya saya baru dua pekan buka lapak di sini dan jualnya juga tidak sampai malam,” terangnya.(Baca juga: Pelaku Perusakan Social Kitchen 20 Orang Lebih, 8 Orang Sudah Ditangkap)

Sedangkan salah seorang karyawan Social Kitchen yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di pos penjagaan restoran dan tempat hiburan malam setempat, Kamis, mengatakan manajemen tempatnya bekerja meliburkan karyawan mulai Kamis. “Dari manajemen disuruh tutup dulu,” ujar dia.

Ihwal kepastian operasional Social Kitchen, dia belum mengetahuinya. “Enggak tahu sampai kapan tutupnya. Belum ada keterangan lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan arahan penutupan Social Kitchen sembari menanti proses hukum kasusnya selesai. Terkait kelanjutan operasional restoran dan tempat hiburan malam yang dua kali mendapatkan surat peringatan pelanggaran izin operasional karena tidak mematuhi aturan dan menimbulkan keresahan masyarakat itu, dia masih mempertimbangkannya.

“Kami belum bisa putuskan operasional selanjutnya. Masih harus dicek terlebih dahulu perizinannya untuk memastikan apakah operasionalnya melanggar aturan atau tidak. Sebagai langkah jangka pendek, manajemen Social Kitchen kami minta tidak membuka resto dan tempat hiburannya,” ujar Wali Kota, Rabu (21/12/2016) siang.

 

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR SURYAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…