Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba untuk memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja) Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba untuk memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Kamis, 22 Desember 2016 08:45 WIB Puput Ady Sukarno/JIBI/Bisnis Hukum Share :

PILKADA JAKARTA
Pengadang Kampanye Dinyatakan Bersalah, Djarot: Biar Jadi Pelajaran

Pengadang kampanye Djarot di Pilkada Jakarta, Naman Sanip, divonis hukuman percobaan. Djarot pun akan membantu kebutuhan keluarga Naman.

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta non aktif, Djarot Saiful Hidayat berharap vonis hukuman percobaan bagi Naman Sanip, 52, pelaku penghadangan kampanye dirinya di Kembangan Jakarta Barat dapat dijadikan pelajaran berharga.

Calon Wakil Gubernur dengan nomor urut dua yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu menyambut positif vonis hukuman percobaan yang diberikan Majelis Hakim PN Jakarta Barat kepada Naman Sanip. Pasalnya, hal itu diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja saat berdemokrasi. Mengingat, aksi penghadangan yang dilakukan Naman ketika dirinya berkampanye, telah mencederai demokrasi.

“?Hakim sudah kasih keputusan. Sebetulnya, yang kita harapkan (hukuman) itu jadi sarana pembelajaran, ada efek jera supaya jangan lagi hal begitu dilakukan siapapun juga. Bahwa ini namanya pendewasaan dalam berdemokrasi?,” ujarnya, di Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/12/2016).

Namun demikian, secara pribadi dirinya telah memaafkan Naman atas perlakuan penjual bubur tersebut kepada dirinya. Bahkan, ke depan, Djarot berjanji akan tetap bersedia membantu keluarga Naman, selama pria yang berprofesi sebagai tukang bubur itu mendekam di penjara, dengan membantu memberikan kebutuhan hidup untuk keluarganya.

“Saya, secara pribadi sudah memaafkan terdakwa, bahkan kalau sampai terdakwa masuk (penjara) pun saya akan tetap bantu dengan cara berikan kebutuhan hidup untuk keluarganya, asal terdakwa mau,” pungkasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPRS INSAN MADANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…