Aung San Suu Kyi 
(JIBI/Reuters) Aung San Suu Kyi (JIBI/Reuters)
Kamis, 22 Desember 2016 22:00 WIB Internet Share :

Petisi Online Terpopuler 2016, "Cabut Nobel Aung San Suu Kyi" & Polemik Ahok

Petisi “cabut hadiah nobel perdamaian Aung San Suu Kyi” dan polemik Ahok menjadi petisi online terpopuler selama 2016.

Solopos.com, JAKARTA — Petisi online untuk mencabut nobel perdamaian Aung San Suu Kyi menjadi petisi paling populer sepanjang 2016 menurut data Change.org. Co-founder Change.org Usman Hamid mengatakan petisi untuk tokoh pemimpin Myanmar tersebut ditandatangani oleh 202.477 netizen.

Hal ini menunjukkan adanya perhatian khusus dari pengguna internet di Indonesia terhadap masalah Rohingnya di Myanmar. “Ini menarik karena petisi terhadap Aung San Suu Kyi ini konteksnya sampai lintas negara,” ujarnya, Kamis (22/12/2016).

Usman melanjutkan petisi yang berkaitan dengan Gubernur Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga menjadi perhatian netizen. Pada urutan ketua petisi terpopuler misalnya ditempati oleh petisi berjudul Jalankan proses hukum Buni Yani yang ditandatangani oleh 163.900.

Sedangkan di urutan ketiga ada petisi bertajuk Dukung MUI penjarakan Ahok yang mendapat perhatian dari 153.827 anggota Change.org. Petisi lain yang berkaitan dengan Ahok adalah petisi agar Gubernur DKI Jakarta non-aktif tersebut tidak melecehkan ayat Al-Qur’an. Petisi ini ditandatangani oleh 76.508 netizen.

Usman menambahkan polemik Ahok ini memang berhasil membuat banyak netizen bersuara. Sebelumnya, petisi-petisi yang muncul di Change.org biasanya bertemakan hak asasi manusia, hak konsumen, lingkungan, atau keadilan pidana. Namun, tahun ini tema tentang polemik Ahok justru menjadi yang paling popular.

Change.org sebagai platform petisi online memang berkembang sangat pesat. Pada Juni 2012 anggotanya hanya 8.000 dan berkembang menjadi 3,1 juta member pada Desember 2016.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.BANDARTRISULA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…