Tiga pelaku pengeroyokan ditahan di Mapolres Madiun Kota, Selasa (20/12/2016). (Madiunpos.com/JIBI/Istimewa) Tiga pelaku pengeroyokan ditahan di Mapolres Madiun Kota, Selasa (20/12/2016). (Madiunpos.com/JIBI/Istimewa)
Kamis, 22 Desember 2016 14:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENGEROYOKAN MADIUN
Tak Terima Diejek, 3 Pemuda Lakukan Pengeroyokan

Pengeroyokan Madiun, tiga pemuda mengeroyok seorang pengendara motor yang mengejek mereka karena jatuh saat jumping.

Solopos.com, MADIUN — Tiga pemuda di Madiun harus berurusan dengan polisi karena mengeroyok seorang pengendara motor. Tiga pemuda itu tidak terima diejek saat terjatuh dari motornya dalam aksi jumping.

Tiga pemuda yakni Suji Putra, 21, Akbar Kurnia, 23, dan Endra Kusuma, 22, ketiga warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, kini mendekam di tahanan Mapolres Madiun Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Paur Subag Humas Polres Madiun Kota, Aipda Mashudi, mengatakan pengeroyokan dan pemukulan ini terjadi pada Sabtu (17/12/2016) sekitar pukul 01.00 WIB. Pengeroyokan ini berawal saat salah satu dari tiga pemuda itu melakukan aksi jumping menggunakan sepeda motor di jalan depan makam Ciliwung.  Pemuda itu jatuh.

Seorang pengendara motor, Dedi Dwi Arianto, 19, warga Madiun Lor, yang kebetulan lewat di jalan itu mengejek pemuda yang jatuh tersebut dan langsung melajukan kendaraannya ke arah selatan. Ternyata pemuda yang jatuh tersebut tidak terima diejek lalu meminta bantuan teman-temannya untuk mengejar Dedi.

Dedi tersusul di traffic light perempatan Serayu. “Korban saat itu dihentikan enam orang,” kata dia kepada wartawan, Selasa (20/12/2016).

Selanjutnya, tiga orang dari enam orang itu turun dari sepeda motor dan memukuli Dedi dengan tangan kosong hingga mengenai kepala bagian belakang dan pelipis. Salah satu pelaku juga memukul menggunakan helm dan mengenai kepala Dedi. “Setelah dianiaya itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Taman,” ujar dia.

Atas laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap ketiga tersangka itu. Polisi menangkap ketiga tersangka di rumah masing-masing. Ketiga tersangka akan dikenai Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

lowongan kerja
lowongan kerja arsitek, teknik sipil, insiyur, teknisi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…