ilustrasi (JIBI/dok) ilustrasi (JIBI/dok)
Kamis, 22 Desember 2016 06:10 WIB Insetyonoto/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

PENDIDIKAN SOLO
Keberatan, SMA Muh. 1 Cari Solusi Penerapan 5 Hari Sekolah

Pendidikan Solo, SMA swasta keberatan untuk menerapkan kebijakan lima hari sekolah.

Solopos.com, SOLO — Sekolah menengah atas (SMA) swasta di Solo keberatan dengan rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah mulai 2017 mendatang.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Solo, Rahayuningsih, mengatakan lima hari sekolah bagi Muhammadiyah yang memiliki enam jam pelajaran ciri khusus keagamaan sangat memberatkan. “Saat ini enam jam pelajaran ciri khusus ini, semisal tentang kemuhammadiyahan dimasukkan ke dalam jam pelajaran sehingga kalau nantinya jadi lima hari akan berat,” kata dia, Rabu (21/12/2016). (Baca juga: SMK Solo Bersiap Terapkan 5 Hari Sekolah)

Bila nantinya jadi lima hari sekolah dalam sepekan, dia memperkirakan akan menyebabkan jam pelajaran siswa bertambah sehingga waktu pulang sekolah menjadi lebih sore daripada biasanya. Saat ini siswa masuk pukul 06.30 WIB dan pulang 14.30 WIB. Dengan lima hari sekolah, siswa pulang pukul 15.30 WIB.

Konsekuensinya, sambung Rahayuningsih, akan menambah pengeluaran siswa untuk makan siang di sekolah. Makan siang ini penting menyangkut kesehatan.

Selain biaya makan siang, juga masalah tempat untuk salat berjamaah bagi siswa saat melaksanakan Salat Duhur dan Azar karena tidak semua sekolah memiliki masjid berkapasitas besar. “Padahal siswa kami mencapai 800 orang sedangkan masjid yang ada kapasitasnya terbatas sehingga tidak memungkinkan seluruh siswa melakukan Salat Duhur dan Asar berjamaah,” bebernya.

Permasalahan terkait pelaksanaan lima hari sekolah, imbuh dia, telah disampaikan kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah. “Kami juga akan melakukan pertemuan dengan komite sekolah dan para orang tua siswa membahas penerapan lima hari sekolah guna mencari solusi terbaik,” tandas Rahayu.

Dia menambahkan akan mematuhi penerapan lima hari sekolah yang ditetapkan pemerintah. “Pasti bakal ada solusi terbaik menyikapi lima hari sekolah ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, menyusul telah dilimpahkannya kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai Januari 2017 akan diterapkan lima hari sekolah. Hal ini sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tentang penerapan lima hari kerja, termasuk lima hari sekolah di SMK-SMK.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…