Ilustrasi pengolahan air Ilustrasi pengolahan air (Dok/JIBI/Solopos)
Kamis, 22 Desember 2016 10:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PDAM Semarang Tambah 2 Instalasi Pengolahan Air

PDAM Tirta Moedal Kota Semarang berencana menambah cakupan layanan dengan membangun lagi instalasi pengolahan air.

Solopos.com, SEMARANG — Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Jawa Tengah, berencana membangun dua instalasi pengolahan air minum pada 2017. “Untuk pengembangan cakupan pelayanan pada 2017, kami akan membangun IPA Jatisari,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Etty Laksmiwati di Semarang, Selasa (20/12/2016).

Hal itu diungkapkannya seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Semarang dan LAN mengenai inovasi sektor publik yang berlangsung di Gedung PDAM Tirta Moedal Semarang. Etty menjelaskan IPA dengan kapasitas produksi air bersih sebanyak 200 liter/detik itu ditujukan untuk melayani pelanggan di kawasan Semarang Barat yang sekarang ini rawan kekeringan.

“Kami juga merintis pembangunan IPA Jatibarang yang mengambil air dari Waduk Jatibarang. Ini nanti juga untuk melayani masyarakat yang tinggal di wilayah Semarang Barat,” katanya.

Namun, kata dia, cakupan pelayanannya nanti tidak hanya untuk pelanggan domestik, melainkan juga pelanggan nondomestik, terutama kalangan industri dan niaga yang ada di kawasan itu. “Peluang untuk munculnya industri di sana (Semarang Barat, red.) cukup tinggi,” katanya.

Mengenai pelayanan terhadap keluhan masyarakat, ia mengatakan sekarang ini dengan adanya media sosial sangat membantu PDAM Kota Semarang dalam memberikan informasi dan jawaban atas komplain pelanggan. “Sekarang pelanggan tidak harus datang ke sini untuk mengadu, namun bisa melalui website kami, Twitter PDAM Kota Semarang, bisa melalui Facebook, maupun layanan call centre,” katanya.

Begitu ada aduan yang masuk, Etty memastikan akan langsung terekam dan didata petugas untuk selanjutnya disebarkan ke satuan kerja terkait agar bisa segera dilakukan langkah tindak lanjut.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui pembuatan jaringan baru merupakan pekerjaan yang gampang, tetapi yang susah adalah mencari sumber air baru untuk menyuplainya. Selama tidak ada sumber air yang mencukupi, kata Hendi, sapaan akrab Hendar Prihadi, suplai air bersih kepada pelanggan di jaringan baru yang dibangun PDAM tidak akan terjamin baik.

“Saya rasa PDAM perlu berhitung untuk penambahan instalasi baru, apakah sudah ada debit air yang mencukupi. Kalau hanya membuat jaringan [perpipaan baru] tentu tidak cukup,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…