Foto Ilustrasi Salak
JIBI/Harian Jogja/Antara Foto Ilustrasi Salak JIBI/Harian Jogja/Antara
Kamis, 22 Desember 2016 03:40 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PANEN RAYA SALAK
Petani Gelar Festival, Bagikan 3,5 Ton Buah Salak Gratis

Panen Raya Ribuan Petani salak di Sleman akan Bagikan Tiga Ton buah Salak

Solopos.com, SLEMAN- Menjelang musim panen raya yang akan berlangsung selama akhir bulan ini, ribuan petani buah salak akan menggelar acara syukuran yang dikemas dalam sebuah Festival Salak Pondoh dan Mbok Jamu Gendhong yang dilaksanakan di Lapangan Denggung Sleman, Minggu (25/12/2016).

Ketua Panitia Kegiatan Ocky Tri Putra mengatakan, acara festival ini merupakan pertama kalinya diadakan. Acara yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) tersebut akan menggelar 11 agenda kegiatan dan akan diikuti oleh ribuan petani salak yang tergabung dalam Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada.

“Dalam karnaval nanti akan diikuti oleh 34 kelompok tani. mereka akan menampilkan berbagai kesenian dengan kostum dan atribut yang menggunakan buah salak,” katanya Rabu (21/12/2016).

Dikatakannya saat festival berlangsung, rencananya akan ada tiga Rekor Muri yang akan dipecahkan. Pertama, sebuah replika hewan elang jawa setinggi enam meter dengan lebar sayap terbentang sepanjang sepuluh meter yang terbuat dari buah salak dengan jumlah satu ton.

Kedua yaitu kegiatan makan salak gratis dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 2000 sampai 3000 orang peserta. Kemudian yang ketiga, pembagian salak gratis oleh petanji dengan jumlah mencapai 3,5 ton buah salak.
“Semoga tiga rekor tersebut bisa semua terpecahkan dan lolos. saat ini pihaknya masih dalam tahap negosiasi dengan pihak Muri,” ujarnya.

Lebih lanjut Ocky menjelaskan, pada festival ini panitia juga akan menggelar bazar salak murah. Namun, kata dia, akan ada transaksi unik yang harus dilakukan antara pembeli dan penjual selama bazaar tersebut berlangsung. Para pembeli tidak bisa menggunakan mata uang rupiah untuk membeli buah salak, namun harus dengan menukarkan uang rupiah dengan alat transaksi yang sudah disiapkan panitia yang terbuat dari bambu dengan pecahan berupa 1000, 3000, dan 5000.

“Uang rupiah harus ditukar dulu dengan alat transaksi yang sudah disiapkan. Nanti akan ada 40 stand yang menjual buah salak segar maupun produk olahan salak,” katanya.

Selanjutnya, sebagai acara pendamping panitia juga akan mengadakan fashion show Mbok Jamu Gendong dan perlombaan foto.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Salak Sleman Prima Sembada Maryono menambahkan, keikutsertaan pihaknya dalam festival ini dikarenakan juga bertepatan dengan musim panen raya buah salak. Nantinya buah salak sebanyak tiga ton akan dibagikan gratis kepada masyarakat.

“Istilahnya seperti syukuran dari para petani. Dengan kegitan syukuran dan membagikan buah salak para petani ingin warga Sleman dan DIY ikut menikmati hasil panen mereka. Tahun ini jumlah salak yang akan kita bagi jumlahnya 3,5 ton,” pungkasnya.

lowongan kerja
lowongan kerja SALES MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…