Delegasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MEK PWM) DIY menyerahkan kenang-kenangan saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Kamis (22/12/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Delegasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MEK PWM) DIY menyerahkan kenang-kenangan saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Kamis (22/12/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 22 Desember 2016 19:55 WIB Arif Wahyudi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Muhammadiyah Bentuk Sekolah Bisnis

Muhammadiyah menyelenggarakan Sekolah Bisnis Muhammadiyah (SBM)

Solopos.com, JOGJA – Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MEK PWM) DIY akan menyelenggarakan Sekolah Bisnis Muhammadiyah (SBM). Program ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan.

Kegiatan pedana dalam SBM tersebut akan mulai berlangsung Sabtu (24/12/2016) ini. Selanjutnya kegiatan perkuliahan akan berlangsung setiap akhir pekan sekali di Aula PWM DIY.

Ketua MEK PWM DIY Muhammad Ridwan mengungkapkan, sekolah bisnis merupakan sebuah upaya dalam rangka menuju kemandirian ekonomi Muhammadiyah DIY dan warganya. Tujuan itu sebagaimana sudah diamanatkan dalam Muktamar Muhammadiyah Ke-47 di Makasar pada 2015 lalu.

“Sekolah ini sekaligus untuk membantu mewujudkan program program PWM DIY di bidang ekonomi,” ujarnya saat beraudiensi ke Griya Harian Jogja, Kamis (22/12/2016) sore.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, sekolah bisnis Muhammadiyah diharapkan pula bisa mencetak lebih banyak wirausaha-wirausaha di kalangan anggota organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air itu.

“Sekolah ini diprioritaskan untuk warga muhammdiyah yang belum punya usaha. Untuk yang sudah punya usaha¬† penanganannya beda lagi,” jelas dia.

Dalam konsepnya nanti sekolah bisnis Muhammdiyah akan menyelenggarakan 10 kali pertemuan. Dua pertemuan di antaranya berupa monitoring langsung.

Konsepnya seperti training, nantinya ada 10 x pertemuan. Dalam agenda awal, para peserta harus menuliskan minat bidang bisnis yang ingin ditekuninya. Upaya itu untuk mengarahkan agar selama pertemuan berlangsung peserta bisa fokus dalam mempelajari bidang bisnis yang diminatinya.

“Nantinya dalam satu kelas berisi 30 orang. Kami menyediakan mentor-mentor yang telah berpengalaman dan sukses di bidang wirausaha. Nantinya para peserta kami bimbing dalam sebuah bisnis plane,” jelas Ridwan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…