Ilustrasi pengujian zat berbahaya pada makanan (JIBI/Solopos/Dok.) ilustrasi
Kamis, 22 Desember 2016 16:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

MAKANAN BERBAHAYA
Waspada Beli Makanan di Pasar, BBPOM Temukan 19 Makanan Berbahaya

Makanan berbahaya ditemukan masih beredar di pasar di DIY

Solopos.com, JOGJA- Wilayah DIY menjadi objek distribusi makanan berbahaya dari luar daerah. Balai Besar POM DIY meneliti hampir semua pasar berskala besar di DIY yang mengandung bahan berbahaya. Masyarakat diminta berhati-hati dalam memiliki produk makanan. BBPOM DIY menemukan 43,18% atau 19 sampel makanan mengandung bahan berbahaya.

Kepala Balai Besar POM DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menjelaskan, pada jelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, pihak telah melakukan uji sampel makanan pada lima pasar di DIY. Antara lain, Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Pasar Wates Kulonprogo, Pasar Argosari Wonosari, Pasar Godean Sleman dan Pasar Bantul.

Petugas melakukan uji pada 44 sampel makanan dari kelima pasar tersebut, hasilnya 43,18% atau 19 sampel mengandung bahan berbahaya. Dari 19 sampel itu pula, sebanyak 85% makanan ringan mengandung zat pewarna merah yang berbahaya atau rhodamin B. Fakta itu diyemukan pada makanan seperti slondok, krupuk, lempeng dan lanting.

“Kemudian 15% lagi sampel bleng [gendar] mengandung borak dan kue talam mengandung methanyl yellow,” terangnya dalam konferensi pers di Ruang Humas  Kompleks Kepatihan, Kamis (22/12/2016).

Para penjual makanan tersebut sebagian besar mendapatkan pasokan makanan mengandung zat berbahaya dari Purworejo, Kutoarjo, Magelang, Gombong dan Kebumen, Jawa Tengah. Para penjual akhirnya diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menjual kembali produk tersebut dan ditindaklanjuti dengan pemusnahan produk oleh pemilik.

lowongan kerja
lowongan kerja SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…