TPID DIY saat melakukan pemantauan barang di Pasar Imogiri, Rabu (21/12) siang. (Harian Jogja/Arief Junianto) TPID DIY saat melakukan pemantauan barang di Pasar Imogiri, Rabu (21/12) siang. (Harian Jogja/Arief Junianto)
Kamis, 22 Desember 2016 12:20 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

LIBUR AKHIR TAHUN
Belanja Warga Melonjak, Harga-Harga Naik

Libur akhir tahun membuat aktivitas warga meningkat termasuk kegiatan belanja

Solopos.com, BANTUL-Jelang libur akhir tahun, permintaan sejumlah komoditas terus meningkat. Lonjakan permintaan tertinggi ada pada komoditas cabai merah.

Jiyati, salah satu pedagang di Pasar Imogiri mengaku, sejak sepekan terakhir, jumlah permintaan terhadap komoditas cabai rawit meningkat tajam. Jika biasanya ia hanya bisa menjual cabai rawit merah tak lebih dari 5 kilogram per hari, sepekan terakhir, penjualan cabai rawit merah bisa mencapai 25 kilogram per hari.

Begitu pula dengan harga, ia mengaku harga komoditas cabai merah cenderung terus meerangkak naik. Jika sebelumnya, harga cabai merah hanya berkisar Rp55.000, saat ini naik menjadi Rp65.000. “Ndak tahu, Mas. Ini cabai merah naik terus [harga],” katanya, Rabu (21/12/2016).

Sementara untuk komoditas lain, terutama bawang merah yang beberapa waktu lalu sempat dinilai sebagai pemicu inflasi sebesar 0, 32%, jelang libur akhir tahun ini ternyata tidak mengalami lonjakan harga.

Pedagang lainnya, Sarjiyem mengakui, sudah 3-4 hari terakhir, harga bawang merah mengalami penurunan. Jika sebelumnya, harga komoditas itu mencapai Rp35 ribu, kini sudah stabil di angka Rp26.000.

Ia menambahkan, jika pertengahan bulan lalu, bawang merah sempat mengalami kelangkaan stok akibat gagal panen di sejumlah sentra produksinya, tidak dengan kali ini. Pasokan bawang merah kini diakuinya sudah kembali normal. “Mungkin karena inilah harga menjadi turun,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta menjamin, ketersediaan barang itu tetap akan terjaga setidaknya hingga tutup tahun mendatang. Kendati begitu, ia tak menampik, saat libur tutup tahun ini, lonjakan permintaan tak bisa dihindari.

Pihaknya memprediksi lonjakan permintaan itu bisa mencapai 10-15%. Menurutnya, angka lonjakan itu tak begitu berbeda dengan kondisi tahun lalu. “Ukuran kami, selama ketersediaan barang masih ada di atas angka lonjakan itu, berarti masih normal. Saya rasa sampai akhir tahun mendatang, kondisi akan tetap normal,” ucapnya.

Dibenarkannya, beberapa pekan lalu, sejumlah komoditas hortikultura memang sempat mengalami kelangkaan akibat kegagalan panen. Tapi, untuk bulan ini, ia memastikan stok akan aman, lantaran beberapa sentra produksi hortikultura sudah mulai panen raya.

“Terutama di daerah Brebes. Karena stok hortikultura kami, terutama cabau dan bawang merah, sekitar 80 persen didatangkan dari luar [DIY],” akunya saat ditemui wartawan usai mendampingi Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY yang melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang di Pasar Imogiri, Rabu (21/12/2016).

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…