Gubuk yang digunakan untuk mengurung wanita haid di Nepal (Reuters) Gubuk yang digunakan untuk mengurung wanita haid di Nepal (Reuters)
Kamis, 22 Desember 2016 22:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH TRAGIS
Dikurung di Gubuk saat Menstruasi, Gadis Ini Tewas Sesak Napas

Kisah tragis terjadi di Nepal. Seorang remaja harus meregang nyawa karena sesak napas.

Solopos.com, SOLO – Seorang gadis 15 tahun harus kehilangan nyawa setelah diasingkan keluarganya ke sebuah gubuk kecil. Roshani Tiwura diharuskan tinggal di sebuah gubuk kecil dengan fentilasi udara buruk hanya karena ia sedang menstruasi.

Ayah Roshani menemukan sang anak sudah tak bernyawa di gubuk tersebut. Polisi meyakini sang remaja tewas karena sesak napas. Sebelum tidur, Roshani diketahui menyalakan api untuk menghangatkan tubuhnya, tapi usaha itu justru menimbulkan petaka baginya. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian tragis sang anak.

Dilansir Mirror.co.uk, Rabu (21/12/2016), remaja di Nepal terpaksa harus diasingkan saat menstruasi. Hal itu karena mereka menganut ajaran Hindu kuno. Pemerintah Nepal sebenarnya sudah melarang praktik tersebut sejak satu dekade lalu.

Praktik Chhaupadi dilarang Nepal sejak 2005, namun laporan menujukkan wanita dan remaja perempuan sering meninggal karena serangan binatang liar dan gigitan ular. Tak jarang mereka diperkosa saat menjalani pengasingan di gudang atau gubuk. Faktanya beberapa kota terpencil masih menjalankan praktik tersebut.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…