Konser JKT48 bertajuk Mengarungi Samudra Nusantara Mengetuk Pintu Hatimu di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/8/2014) sore. (Putu Wiggih Diesta U./JIBI/Solopos.com) Konser JKT48 bertajuk Mengarungi Samudra Nusantara Mengetuk Pintu Hatimu di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/8/2014) sore. (Putu Wiggih Diesta U./JIBI/Solopos.com)
Kamis, 22 Desember 2016 11:45 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

JKT48 Komentari Demam “Om Telolet Om”

Om Telolet Om adalah fenomena viral yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Solopos.com, JAKARTA – Fenomena viral Om Telolet Om pastinya juga diketahui para member JKT 48. Mereka memberikan berbagai tanggapan mulai dari reaksi yang ramai di media sosial hingga selera humor masyarakat Indonesia.

Seperti yang diakui Melody Nurramadhani Laksani. Ia mengaku bahwa tren idiom tersebut diketahuinya lewat Instagram namun dirinya tak menganggap hal itu adalah sesuatu yang lucu.

“Jadi trending world wide juga. Awalnya lihat di Instagram “ini apa? Oh ternyata klakson bus [bunyinya] telolet”. Aku orangnya enggak komedi jadi biasa aja. Jadi bikinan ini jokes Indonesia [tapi] luar negeri [tau] juga,” kata Melody di Theater JKT48, Sudirman, Jakarta Selatan pada Rabu (21/12/2016).

Sementara Jessica Veranda mengatakan bahwa fenomenta tersebut menjadi semakin viral berkat kesadaran para artis asing di media sosial.

“Sebenarya Om Telolet Om sudah lama. Cuma gara-gara sempat ada artis luar Indonesia ke sini dia tweet jadi booming. Dia nge-tweet dan bikin pengaruh juga. Jadi booming lagi,” tambah Veranda.

Lewat fenomena Om Telolet Om ini, Shania Junianatha berharap akan ada fenomena viral dari Indonesia lainnya yang bisa memberikan dampak positif lagi.

“Ini kan jadi juga Om Telolet Om dari Indonesia. Yang kayak gitu aja bisa jadi viral seluruh dunia apalagi kalau kita punya hal-hal positif lagi,” tambah Shania.

Om Telolet Om adalah fenomena viral yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Awalnya berasal dari sebuah video dimana anak-anak yang meminta bus membunyikan klaksonnya dengan bunyi kencang “Telolet-telolet”.

lowongan kerja
lowongan kerja Oasis Resto, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…