Pemain PSS Sleman Chandra Waskito berebut bola dengan pemain Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (16/10) sore. PSS menang atas Persita 1-0 dalam babak 16 besar ISC B 2016. (Harian Jogja/JUMALI ) Pemain PSS Sleman Chandra Waskito berebut bola dengan pemain Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (16/10) sore. PSS menang atas Persita 1-0 dalam babak 16 besar ISC B 2016. (Harian Jogja/JUMALI )
Kamis, 22 Desember 2016 08:55 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

ISC B 2016
PSS vs PSCS, Saatnya Cetak Sejarah

ISC B 2016 babak final digelar malam ini.

Solopos.com, JEPARA — Laga panas dan syarat emosi akan tersaji saat PSS Sleman berjumpa PSCS Cilacap pada final ISC B 2016 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (22/12/2016) malam. Sebab, laga pemuncak dan perebutan trofi ISC B 2016 tidak hanya melibatkan emosi dari kedua kesebelasan. Namun, juga melibatkan emosi dari pendukung kedua kesebelasan.

Hubungan antara BCS-suporter PSS dengan Laskar Nusakambangan-suporter PSCS yang kurang harmonis ditengarai kian memanaskan partai final kali ini.

Partai final kali ini juga akan digunakan sebagai penasbihan dari kedua kesebelasan yang sama-sama mengejar gelar juara turnamen paling bergengsi nomor dua di Tanah Air.

Sempat meraih Juara Divisi Utama LPIS 2013, PSS bertekad mencetak sejarah baru dengan memboyong trofi  turnamen garapan PT GTS ini ke Sleman.

Artinya, jika trofi juara ISC B 2016 mampu diraih, maka akan menjadi trofi kedua yang mampu didapatkan PSS selama 5 tahun terakhir. Sebelumnya, Pss sempat meraih trofi Juara Divisi Utama LPIS 2013 saat ditangani oleh Lafran Pribadi. Saat itu, PSS menang atas Lampung FC dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu pada babak final di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Namun, keinginan ini mungkin akan sulit direalisasikan, karena sang lawan, PSCS akan tampil optimal dan berkeinginan membawa trofi ini ke Cilacap.

Dilihat dari statistik, PSS lebih diunggulkan. Lolos ke final setelah mengalahkan Perssu dengan skor 2-1, membuat Busari dan kawan-kawan mencatatkan diri sebagai tim tersubur selama turnamen.

Meski demikian, anak asuh Seto Nurdiyantoro ini bukan tanpa celah. Terbukti, dari dua laga terakhir pada babak 8 besar dan semifinal, PSS gagal mencatatkan cleansheet. Tercatat, tiga gol bersarang ke gawang Agung Prasetyo dan penentuan kemenangan PSS harus dilakukan melalui babak tambahan.

Selain itu, kondisi lapangan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara juga akan menjadi batu sandungan bagi PSS untuk merealisasikan ambisinya meraih juara.

Sebab, selama melakoni babak 8 besar dan semifinal di kandang Persijap tersebut, PSS gagal tampil optimal. Ciri khas permainan PSS dengan mengandalkan umpan-umpan pendek hilang dan digantikan dengan permainan bola-bola lambung sebagai dampak kondisi lapangan yang rusak dan becek.

Kondisi ini kian diperparah dengan terkurasnya kebugaran pemain karena harus menjalani babak tambahan untuk penentuan pemenang pada babak 8 besar dan semifinal. Alhasil, empat pilar PSS, yakni Dave Mustaine, Deny Rumba, Waluyo dan Chandra Waskito harus mengalami cedera.

Namun, Seto mengisyaratkan tetap akan memainkan empat pemain pilar itu pada laga pamungkas. Dave tetap akan dipasangkan dengan Dirga Lasut, Deny Rumba tetap akan dipasang di bek sayap dan Waluyo tetap di bek tengah. Sementara Chandra Waskito tetap bermain sebagai pemain sayap kiri.

“Untuk strategi kemungkinan tidak banyak berubah. Jika memang kondisi lapangan tidak memungkinkan, kami maksimalkan bola-bola lambung dan bola mati,” kata Seto.

Sementara, kubu PSCS memastikan diri telah siap untuk meladeni PSS. Meski berstatus underdog, Laskar Nusakambangan-julukan PSCS lebih siap dengan kendala lapangan. Sebab, secara adaptasi kontur lapangan di Stadion Gelora Bumi Kartini tidak terlalu berbeda dengan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap.

Pelatih PSCS Gatot Barnowo menyatakan anak asuhnya telah siap berhadapan dengan PSS. Diisi oleh sejumlah eks pemain Persiba Bantul seperti Syaiful Lawenusa, Khomat Suharto, Khoiron dan Ugik Sugiyanto, kekuatan PSCS tidak bisa dianggap remeh. Meski memiliki catatan kebobolan lebih baik dari PSS pada babak 8 besar dan semifinal, Jimy Suparno dan kawan-kawan ditekan untuk tidak jemawa. Mereka harus fokus terhadap setiap gerakan pemain PSS. “Karena PSS itu adalah tim bagus. Kami harus fokus dan bermain semaksimal mungkin,” ucap pelatih asal Jogja ini.

lowongan pekerjaan
Accounting, Administrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…