Masyarakat mendatangi pasar murah di halaman kantor Perum Bulog Kotabaru, Rabu (21/12/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Masyarakat mendatangi pasar murah di halaman kantor Perum Bulog Kotabaru, Rabu (21/12/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 22 Desember 2016 14:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Masih Berlangsung, Operasi Pasar oleh Perum Bulog DIY di Kotabaru

Harga kebutuhan pokok di Jogja dikendalikan salah satunya dengan operasi pasar

Solopos.com, JOGJA-Perum Bulog Divre DIY menyelenggarakan pasar murah dan operasi pasar selama tiga hari mulai 21-23 Desember 2016 di halaman kantor Bulog Jl. Suroto No.6 Kotabaru. Pasar murah ini bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga yang biasa terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru.

Sejak awal pekan ini, kenaikan harga beberapa komoditas memang sudah terlihat. Seperti halnya telur, yang pada Minggu (18/12/2016) hanya dijual Rp19.500 kilogram (kg), satu hari setelahnya menukik Rp2.500 menjadi Rp22.000 per kg. Kondisi ini terjadi di Pasar Kolombo.

Melalui pasar murah ini, Bulog menyediakan harga yang terjangkau. Telur dijual dengan selisih harga Rp2.000 lebih murah dibandingkan harga di pasar. Sementara gula pasir yang dipasaran mencapai lebih dari Rp13.000 tetapi Bulog menjual hanya Rp12.000 per kg.

Bawang merah dijual Rp15.000 per 0,5 kg, bawang putih Rp16.000 per 0,5 kg, minyak goreng Rp12.000 per liter, dan beragam jenis cabai yang dijual lebih murah.

Kepala Bulog Divre DIY Miftahul Adha menyampaikan, kegiatan pasar murah dilakukan sebagai komitmen bahwa Bulog hadir mengendalikan harga saat harga di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru meningkat. “Kalau harga stabil, pada akhirnya inflasi akan terkendali,” katanya saat jumpa pers di kantor Bulog Kotabaru, Rabu (21/12/2016).

Jika animo masyarakat tinggi tidak menutup kemungkinan durasi pasar murah akan diperpanjang sampai menjelang akhir tahun. Selain di kantor Bulog, pasar murah juga akan dilaksanakan di tiga pasar besar di Kota Jogja yakni Kranggan, Beringharjo, dan Demangan, serta beberapa kecamatan terpilih. Pembelian komoditas tidak dibatasi dan Bulog terus menambah stok agar permintaan masyarakat terpenuhi.

Selain pasar murah, Bulog juga melakukan operasi pasar beras CBP dengan harga Rp7.900 per kg. Hal ini mengacu Surat Menteri Perdagangan RI No.667/M-DAG/SD/5/2016 dan Surat Diaperindag DIY No.511/052 16/DAGRI tanggal 7 Desember 2016.

Mifta mengatakan, sejauh ini pasar murah dan operasi pasar mampu menekan harga di pasaran. Ia menyebut, Jogja tidak ada masalah dengan kenaikan harga beras karena Bulog aktif melakukan operasi pasar sebelum ada lonjakan harga.

Salah satu pembeli asal Kasihan, Bantul, Wardi mengaku beruntung mengetahui informasi pasar murah di kantor Bulog tersebut, sebab dia bisa mendapatkan harga gula pasir dengan selisih sampai Rp1.000 dibandingkan harga di pasaran. “Di sini lebih murah dan terjangkau untuk masyarakat. Perlu rutin dilakukan karena bisa mengena bagi warga kecil,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…