Eko Patrio (Instagram @ekopatriosuper) Eko Patrio (Instagram @ekopatriosuper)
Kamis, 22 Desember 2016 05:00 WIB Haryo Prabancono/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Eko Patrio Kunjungi Dewan Pers

Eko Patrio mengunjungi Dewat Pers karena merasa difitnah tujuh media online.

Solopos.com, SOLO — Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio merasa difinah tujuh media online terkait pernyataan penangkapan teroris di Bekasi adalah pengalihan isu. Eko lalu menyambangi Kantor Dewan Pers, Selasa (20/12/2016).

Sebagaimana ditayangkan Infotainment Go Spot RCTI, Rabu (21/12/2016), Eko Patrio sebelumnya telah diperiksa Bareskrim Polri terkait pernyatannya tentang penangkapan teroris di Bekasi merupakan pengalihan isu kasus Ahok di beberapa media online, Jumat (16/12/2016).

Bareskrim Polri lalu meminta Eko Patrio mengunjungi Dewan Pers untuk menyelesaikan masalah terkait kasus pengalihan isu yang menjeratnya. Bila ada masalah yang berhubungan dengan media, maka Bareskrim ingin masalah itu diselesaikan oleh Dewan Pers lebih dulu.

Eko Patrio yang merasa tidak pernah mengatakan hal tersebut langsung memberi klarifikasi. Anggota DPR RI fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak pernah melakukan wawancara dengan tujuh media online yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

“Akhirnya tadi kita mengambil kesimpulan ini bagian dari fitnah, zalim yang dilakukan oleh yang tadi saya sebutkan. Jujur saja, kami, termasuk saya pribadi merasa perlu mengklarifikasi dan membuat laporan dan ditelusuri pihah-pihak mana saja yang mengarang bebas,” ujarnya.

Meski difitnah dan dicemarkan nama baiknya, Eko Patrio telah memaafkan tujuh media online itu secara pribadi. “Kalau saya pribadi sudah maafin banget,” ujar Eko Patrio, seperti dikutip Solopos.com dari Okezone, Rabu.

Ia merasa menerima banyak kerugian lantaran masalah ini. Selain nama baik tercemar, Eko Patrio melanjutkan hubungannya dengan aparat kepolisian menjadi tidak baik.

“Kalau ditanyain kerugian banyak banget. Satu nama baik. itu aja yang paling penting. Kedua persahabatan saya dengan temen-temen Polri dan DPR juga akhirnya jadi complicated,” tambahnya.

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…