-Tim dari PT KAI berdiskusi terkait penyusunan rencana trase dan desain jalur kereta api menuju bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) saat melakukan peninjauan lapangan di halaman Balai Desa Kebonrejo, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (29/8/2016).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) -Tim dari PT KAI berdiskusi terkait penyusunan rencana trase dan desain jalur kereta api menuju bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) saat melakukan peninjauan lapangan di halaman Balai Desa Kebonrejo, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (29/8/2016).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 22 Desember 2016 11:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Survei Ulang Jalur Kereta Januari 2017

Bandara Kulonprogo, jalur kereta semula melintasi area penolak.

Solopos.com, KULONPROGO — Jalur kereta api penghubung New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan disurvei ulang terkait adanya kendala dari masyarakat setempat. Pasalnya, sekitar 800 meter dari jalur sepanjang 6,1 kilometer tersebut melalui lahan milik warga penolak bandara.

(Baca Juga : BANDARA KULONPROGO : Jalur Kereta Bandara Diupayakan Jauh dari Pemukiman)

Sebenarnya, survei ulang ini ditargetkan dilakukan sesegera mungkin pekan depan. Namun, niatan ini terhalang kesibukan selama akhir tahun yang membutuhkan perhatian baik dari Dinas Perhubungan maupun PT KAI.

Karena itu, diperkirakan survei ulang baru dilakukan pada Januari mendatang. Meski demikian, Kepala Bidang Terminal, Angkutan, dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Joko Trihatmono menyebutkan keputusan untuk penggeseran serta jadwal survei ulang masih akan ditentukan oleh PT KAI karena ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi. Selain itu, akan ada keterlibatan PT Angkasa Pura 1 pula dalam penentuan tersebut.

Adapun, jalur kereta api bandara ini sepenuhnya menggunakan lahan persawahan dengan status hak milik warga. Kepala Dishub Kulonprogo, Nugroho menerangkan sedari awal jalur kereta memang direncanakan menghindari jalur pemukiman warga. Disinggung mengenai sosialisasi kepada warga setempat, Nuugroho memaparkan jika keikutsertaan pihak kecamatan dalam survey sebelumnya sudah menjadi indikasi hal tersebut.

“Dari kecamatan kan sudah ada yang mendampingi[survey], jadi kami kira sudah[sosialisasi kepada warga] ya,”kata Nugroho. Adapun, survei jalur merupakan tahapan dalam penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Setelah jalur selesai disurvey dan ditetapkan maka akan dilanjutkan proses lebih lanjut, Rabu (21/12/2016)

Davit, Humas Wahana Tri  Tunggal (WTT) yang merupakan warga penolak bandara mengaku belum tahu mengenai penolakan warga  akan jalur kereta api pendukung keberadaan NYIA itu. “Belum tahu tapi daerah Sidorejo memang menolak bandara sepenuhnya,”ujarnya ketika dihubungi. Karena itu, ia menilai wajar jika ada penolakan karena jalur kereta tersebut memang menjadi bagian dari keberadaan bandara itu sendiri. Selain itu, pihak WTT juga belum mendengar kabar mengenai jalur kereta api bandara yang akan melalui sejumlah desa di sekitarnya.

Humas PT KAI DAOP VI, Eko Budiyanto membenarkan rencana survey ulang jalur kereta bandara tersebut. Survey ulang akan dilakukan pasca Natal dan Tahun Baru. Pasalnya, kepadatan angkutan dan kepadatan lalu lintas selama akhir tahun dperkirakan akan menyita perhatian. Eko juga menyebutkan saat ini sebenarnya jalur kereta menuju bandara sebenarnya masih dalam ranah Kementrian Perhubungan RI.

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…