Suasana keberangkatan penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tirtonadi Solo, Rabu (31/11/2016). (Danur Lambang/JIBI/Solopos) Suasana keberangkatan penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tirtonadi Solo, Rabu (31/11/2016). (Danur Lambang/JIBI/Solopos)
Rabu, 21 Desember 2016 08:00 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Terminal Tirtonadi Dikelola Pusat, Potensi PAD Solo Rp5,8 Miliar Hilang

Pendapatan daerah Solo, Pemkot Solo kehilangan potensi PAD hingga Rp5,8 miliar akibat pengambilalihan Terminal Tirtonadi.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp5,8 miliar dari Terminal Tirtonadi mulai tahun depan. Hal ini seiring pengambilalihan pengelolaan terminal tipe A tersebut oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan telah mencoret potensi pendapatan Terminal Tirtonadi dalam capaian target PAD pada APBD Kota Solo 2017. “Terakhir bersama Wali Kota saat bertemu Kementerian Perhubungan [Kemenhub] belum lama ini di Jakarta, Terminal Tirtonadi resmi diambil alih pemerintah pusat. Jadi potensi pendapatan dari terminal sudah kami coret dari APBD 2017,” kata dia ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/12/2016).

Hilangnya potensi PAD tersebut tak dipermasalahkan oleh Pemkot. Potensi PAD tersebut tal sebanding dengan biaya perawatan dan operasional terminal yang harus dikeluarkan. Biaya operasional terminal tahun ini misalnya, menghabiskan hingga Rp8 miliar lebih.

Budi berharap pengelolaan terminal oleh pusat akan lebih maksimal. “Toh yang penting masih dalam satu kesatuan NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia],” katanya.

Sejauh ini proses penyerahan personel, pembiayaan, perlengkapan, dan dokumen (P3D) ke pemerintah pusat sudah berjalan sesuai regulasi. Semua pegawai terminal termasuk aset akan dikelola pusat mulai 1 Januari mendatang termasuk nasib pembangunan pusat perbelanjaan di Terminal Tirtonadi.

Sesuai perencanaan, pembangunan pusat perbelanjaan dibangun di terminal bagian tengah. Nantinya, pusat perbelanjaan itu dibangun melibatkan investor, meski status aset tanah dan bangunan tercatat milik Kemenhub.

“Dulu sudah di lelang saat asetnya masih di Pemkot. Hasil pemenang lelang ini nanti kami serahkan ke pusat,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo Yosca Herman Soedrajat mengatakan  proyek lanjutan terminal lantai II untuk pusat perbelanjaan mesti segera dibangun. Jika tidak, dikhawatirkan kondisi cor-coran bangunan tersebut akan rusak. “Jadi harus segera dibangun,” kata Herman, sapaan akrabnya.

Herman menerangkan terminal sesuai konsep akan dibangun kawasan terpadu. Lantai II terminal akan dibangun sebagai pusat perbelanjaan. Dengan begitu nantinya penumpang berangkat terminal maupun pengantar dan parkir di lantai atas, kemudian masuk pusat perbelanjaan baru turun ke terminal.

Begitu pula sebaliknya, penumpang datang lewat pusat perbelanjaan karena kendaraannya diparkir di atas. “Jangan sampai mangkrak, jika terlalu lama dibiarkan terbuka bisa merusak struktur bangunan terminal. Jadi kami berharap bisa segera dibangun,” imbuh dia.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…