Mobil jenazah memasuki tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad iqbal) Mobil jenazah memasuki tempat kejadian perkara (TKP) penggerebekan dan penembakan terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad iqbal)
Rabu, 21 Desember 2016 17:08 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Terduga Teroris yang Diciduk di Serpong Tangsel Mengaku Driver Ojek Online

Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Jl. Raya Serpong mengaku kepada pemilik rumah kontrakan sebagai driver ojek online.

Solopos.com, TANGERANG SELATAN — Adam, orang pertama yang ditangkap oleh polisi di Jl. Raya Serpong, Tangerang Selatan, sebelum penggerebekan di Kampung Curug, RT 02 RW 01, Babakan, Setu, Rabu (21/12/2016), mengaku sebagai driver ojek online. Pengakuan itu diungkapkan Adam saat memperkenalkan diri terhadap pemilik rumah yang disewanya.

Pemilik rumah kontrakan bernama Agus Wartono tersebut mengungkapkan Adam datang ke rumahnya dua pekan lalu. Saat itu, dia mencari rumah kontrakan dan bertanya tentang tarif sewa rumah itu.

“Dua pekan lalu, orang ini sewa dengan saya. Siang hari, tanya ke saya ‘Pak, ini dikontrakin?’ [saya jawab] ‘ya’. ‘Berapa?’ [saya jawab] ‘Rp700.000 sebulan’. [dia bilang] ‘lain kali saya datang’,” kata Agus menirukan pembicaraannya dengan Adam beberapa waktu lalu saat diwawacarai TV One di lokasi.

Selang beberapa waktu, Adam kembali dan menyatakan sudah deal dengan harga sewa rumah kontrakan. Dia langsung menyerahkan uang Rp700.000, namun sempat ditolak Agus karena belum menyerahkan kartu identitas. Di situlah Adam mengaku sebagai driver ojek online.

“Dia karyawan ojek online, yang Adam. Setelah deal tanggal 1 [Desember] kontrak, sehari setelah itu serahin KTP dan uang. [yang satu] Adam, yang satu lagi saya lupa.

Agus mengaku lupa alamat asal Adam sesuai KTP. Namun, dia mengaku tak memiliki kecurigaan apapun dengan Adam dan sudah melaporkan keberadaan mereka sebagai penghuni baru kontrakan kepada ketua RT setempat. Apalagi, kata Agus, saat itu Adam mengenakan jaket ojek online.

“Biasa seperti umumnya, [mau kontrak] sebulan udah, enggak ada [kecurigaan]. Karena dia tukang ojek online, ya sudah. Karena menggunakan jaket ojek online,” ungkap Agus.

Di awal, dia hanya mengetahui ada dua orang yang mengontrak rumah itu. Namun, belakangan ada banyak orang yang berada di dalam rumah itu. “tapi ternyata ada empat, saya enggak tahu, mungkin datang malam hari.”

Padahal, rumah kontrakan tersebut hanya seperti rumah petak pada umumnya, yaitu terdiri atas teras, ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan ruang kosong 1,5 untuk jemuran. Adam sendiri hanya terlihat pada pagi hari dan pulang pada malam hari. “Pagi beli nasi, mondar mandir, enggak ada apa-apa, tapi setelah pagi sampai malam dia baru pulang.”

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, penggerebekan berawal dari penangkapan satu orang bernama Adam pada Rabu pagi di Jl. Raya Serpong, Tangsel. Dari situlah terungkap bahwa di rumah kontrakan ada rekan-rekannya yang ternyata sudah menyiapkan bom.

“Satu orang ini mengatakan di kontrakan ini ada bom. Saat dilakukan penggeledahan pukul 10.00 WIB tadi di Setu, Tangsel, dia akan mengaktifkan bom. Petugas tidak ambil risiko, maka dilakukan tindakan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Rabu, seusai mengisi acara stadium general di Untirta, Serang, yang ditayangkan Metro TV.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…