News
Rabu, 21 Desember 2016 - 13:30 WIB

Sasar Natal dan Tahun Baru, Polri Beberkan Skenario Aksi Teroris Tangsel

Redaksi Solopos.com  /  Jafar Sodiq Assegaf  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aksi aparat Densus 88 Antiteror (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)

Polri menyebut terduga teroris akan beraksi saat Natal dan tahun baru.

Solopos.com, TANGERANG SELATAN – Tim gabungan Polri dan Densus 88 Anti-Teror menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Curug RT002/RW001, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Tiga terduga teroris tewas dalam penggerebekan ini.

Advertisement

Karo Penmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, para terduga teroris tersebut merencanakan aksi bom bunuh pada akhir tahun dengan sasaran Pos Satlantas.

Targetnya pos polisi. Mereka berencana lebih dulu menusuk anggota yang bertugas. Setelah polisi dan masyarakat berkumpul, pelaku datang bawa bom bunuh diri,” terang Rikwanto dalam konferensi pers di Mabes Polri, yang disiarkan Inews TV, Rabu (21/12/2016).

Seperti diberitakan, penggerebekan terhadap rumah kontrakan tersebut berawal dari penangkapan terduga teroris berinisial A. Dari A didapat informasi ada tiga rekannya di kontarakan yang akan melakukan aksi teror.

Advertisement

“Setelah dapat keterangan itu, tim langsung bergerak menuju rumah kontarakan dan melakukan penggerebakan,” tambah Rikwanto.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, Rabu siang, dalam keterangan persnya menegaskan rencana aksi terduga teroris ini menyasar aparat kepolisian. M Iriawan juga mengungkap modus terduga teroris.

Merekan akan melakukan penyerangan di pos polisi dengan penusukan kepada aparat,” ujar M Iriawan seperti ditayangkan TVOne, Rabu (21/12/2016).

Advertisement

Dia mengatakan, setelah melakukan penusukan, pelaku menunggu warga sekitar untuk mendatangi pos polantas. Setelah warga berkerumun di lokasi, pelaku langsung meledakkan bom tersebut.

Dan setelah berkumpul masyarakat dan anggota lainnya, dia datang bawa bom dan meledakkannya,” ucapnya.

Bom aktif ini diketahui akan digunakan untuk aksi teror saat perayaan natal dan menjelang pergantian tahun akhir tahun.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif