Ilustrasi beras untuk warga miskin (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi beras untuk warga miskin (JIBI/Bisnis/Dok.)
Rabu, 21 Desember 2016 19:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

RASKIN JATENG
Jatah Rastra Jateng Habis Terbagikan

Raskin alias beras untuk keluarga miskin atau kini disebut beras untuk keluarga sejahtera (rastra) jatah Jateng telah terbagi 100%.

Solopos.com, SEMARANG — Penyaluran jatah beras untuk keluarga sejahtera (rastra) atau lebih kondang dengan sebutan beras untuk keluarga miskin (raskin) di Jawa Tengah (Jateng) telah habis terbagi. Perum Bulog menyatakan penyaluran rastra itu sudah mencapai 100%.

“Penyalurannya sudah selesai sampai 13 Desember lalu. Sedangkan untuk harga tebus raskin akan selesai sampai akhir bulan ini,” kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Usep Karyana di Semarang, Rabu (21/12/2016).

Seperti sebelumnya, penyaluran rastra ini diberikan kepada 2,4 juta rumah tangga sasaran (RTS), dengan jumlah tonase 37.000 ton/bulan dan didistribusikan melalui 8.558 titik. “Mengenai penyaluran ini kami memperoleh dukungan penuh dari seluruh pihak terkait di antaranya dari tim koordinasi kabupaten dan tim koordinasi provinsi,” katanya.

Dikatakan, dukungan dari tim koordinasi ini sangat penting agar penyaluran rastra berjalan dengan baik dan tepat waktu karena penyaluran rastra yang tepat waktu mampu mengantisipasi kenaikan harga jual beras di tingkat pedagang. “Dalam hal ini Bulog adalah operator dan program rastra ini merupakan tugas Pemerintah lintas kementerian,” katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga di tingkat pedagang, pihaknya siap kapanpun melalui operasi pasar maupun pasar murah. “Kami siap kaitannya untuk menekan harga jual agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pedagang karena ini tidak hanya merugikan konsumen tetapi juga petani,” katanya.

Dalam hal ini pihaknya mengimbau kepada para konsumen agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras karena selain stok yang mencukupi, dalam waktu dekat ini para petani akan kembali panen. “Prediksi kami sekitar bulan Januari dan Februari mulai ada panen, belum banyak tetapi ini bagus untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…