Dua turis asal Australia diarak keliling Gili Trawangan, Lombok, NTB (Facebook Gili Trawangan, Meno, Air) Dua turis asal Australia diarak keliling Gili Trawangan, Lombok, NTB (Facebook Gili Trawangan, Meno, Air)
Rabu, 21 Desember 2016 21:20 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Tertangkap Mencuri, 2 Turis Australia Diarak Keliling Gili Trawangan

Kisah unik mengenai sanksi sosial yang diberikan di Pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Solopos.com, LOMBOK –– Setidaknya dua turis Australia yang tertangkap mencuri sebuah sepeda di Gili Trawangan, Lombok, Indonesia secara paksa diminta berjalan kaki sembari menggunakan papan di leher.

Dailymail, Rabu (21/12/2016) menyatakan perempuan dan laki-laki yang ditangkap pihak berwajib ini berjalan mengelilingi Gili Trawangan dengan sebuah papan di leher mereka. Adapun tulisan di papan itu ialah,”Saya pencuri. Jangan meniru apa yang saya lakukan ..!!!”

Sanksi sosial ini diterapkan untuk memberikan hukuman bagi pencuri di Pulau Gili Trawangan. Daily Telegraph menyatakan kebijakan ini diberikan lantaran tak ada polisi yang bertugas di pulau tersebut secara permanen.

Aksi pasangan ini tertangkap kamera CCTV saat mencuri sebuah sepeda dari hotel lokal sekitar 11 hari lalu. Tidak diketahui secara jelas apakah dalam kasus ini dilakukan investigasi. Namun, dalam kasus ini, pasangan tersebut tidak diminta membayar apapun.

Kepala Desa Gili Trawangan, Muhammad Taufik mengatakan pihak hotel melaporkan kehilangan sepeda kepada otoritas lokal.

“Kami mengintrogasi mereka, melakukan kesepakatan, dan membawa mereka berkeliling pulau lalu memaksa mereka meninggalkan Gili,” katanya kepada AFP.

“Berjalan keliling secara berombongan mengenakan papan bertulis merupakan regulasi di desa kami. Saya tidak tahu apakah polisi menangkap mereka atau tidak saat ini, yang penting bagi saya mereka telah pergi,” tambah dia.

Foto mengenai sanksi sosial ini juga diunggah di akun Facebook milik Gili Trawangan, Meno Air.

Petugas setempat menyatakan banyak warga lokal yang mendapatkan penghasilan dari menyewakan sepeda.

“Mereka tergantung pada itu dan banyak warga kami yang membutuhkan uang untuk membiayai keluarga mereka,” terang dia.

Regulasi ini kemudian mengundang kontroversi di media sosial.

“Mengapa penegakan hukum tak berlaku? Jika mereka mencuri sesuatu, mereka seharusnya menjalani proses sesuai dengan sistem peradilan,” kata seorang netizen yang berkomentar mengenai foto tersebut di Facebook.

“Jika kita pergi ke negara lain, kita seharusnya menghargai budaya dan hukum mereka. Mencuri adalah mencuri, dimanapun Anda tinggal. Hukuman ini mungkin terasa kasar tetapi di negara lain, ada yang menghukum dengan memotong tangan karena mencuri atau hukuman rajam,” tambah yang lain.

Pasangan asal Australia ini bukanlah turis pertama yang dihukum sesuai adat di Gili Trawangan. Seorang lelaki asal Perancis diketahui juga mengenakan papan yang serupa dan diarak keliling lalu difoto dan diunggah di Facebook.

“Saya dari Perancis. Saya seorang pencuri. Jangan percaya saya!”

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…