Ilustrasi beras (Dok/JIBI/Bisnis Indonesia) Ilustrasi beras (Dok/JIBI/Bisnis Indonesia)
Rabu, 21 Desember 2016 19:40 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KETAHANAN PANGAN KLATEN
Duh, Stok Beras untuk Bantuan Korban Bencana Habis

Ketahanan pangan Klaten, penyaluran bantuan beras untuk korban bencana di Klaten terhenti karena stok habis.

Solopos.com, KLATEN — Penyaluran bantuan beras untuk korban bencana alam di Klaten untuk sementara dihentikan karena stok beras di Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Klaten habis. KKP kini menunggu bantuan dari Pemprov Jateng agar dapat membantu korban bencana.

Kepala Kantor KKP Klaten, Endro Susilo, mengatakan penyaluran bantuan beras kali terakhir dilakukan ke Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno. Sebanyak 790 kg beras diberikan kepada warga desa tersebut, Selasa (20/12/2016). “Bantuan diberikan berdasarkan pengajuan dari pemerintah desa untuk warga yang terdampak banjir,” kata Endro, Rabu (21/12/2016).

Endro mengatakan sudah ada dua desa di Kecamatan Gantiwarno yang mendapatkan bantuan itu. Sebelumnya, bantuan diberikan ke warga Desa Katekan dengan total beras yang disalurkan mencapai 1.800 kg atau 1,8 ton.

Selain wilayah Kecamatan Gantiwarno, bantuan sebelumnya sudah disalurkan berbagai desa seperti Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, dengan jumlah bantuan beras yang disalurkan 1,5 ton sementara Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, mendapat beras 600 kg. “Program ini sudah berjalan lama dan dimaksudkan untuk meringankan derita warga korban banjir,” ungkapnya.

Endro tak menampik masih ada sejumlah desa yang mengajukan permohonan bantuan beras ke KKP. Hanya penyaluran bantuan baru bisa dilakukan setelah ada gelontoran bantuan beras dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Masih ada sekitar tiga desa sudah mengantre untuk mendapatkan bantuan beras tersebut. “Kami sudah mengajukan permohonan ke pemerintah provinsi bantuan beras 8 ton. Belum tahu nanti diberi berapa. Untuk bantuan dari pemprov itu akan digunakan untuk tiga desa salah satunya Desa Gombang, Kecamatan Cawas,” katanya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pasang Naik Pendidikan Islam

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/6/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo, dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat email penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP…