Pedagang cabai, Kati, 42, merapikan cabai dagangannya di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Senin (27/10/2014). Menurut pedagang, beragam jenis cabai mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 per kilogram karena persediaan cabai yang terbatas. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) Pedagang cabai di Pasar Legi, Solo, Senin (27/10/2014). (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 21 Desember 2016 02:00 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEBUTUHAN POKOK KLATEN
Jelang Akhir Tahun, Harga Cabai Naik Hingga Rp10.000 Per Kg

Kebutuhan pokok Klaten, harga cabai di Klaten naik Rp5.000 hingga Rp10.000 per kg.

Solopos.com, KLATEN — Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional merangkak naik menjelang libur panjang akhir 2016. Salah satu komoditas yang harganya naik cukup drastis yakni cabai dengan kenaikan Rp5.000-10.000/kg.

Salah satu pedagang Pasar Induk Klaten, Triyanti, 36, mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak Senin (19/12/2016). Sebelumnya, harga cabai rawit berkisar Rp60.000/kg. Namun, sejak Senin harga cabai rawit sudah naik menjadi Rp65.000-70.000/kg. Harga cabai merah keriting juga naik dari Rp45.000/kg menjadi Rp50.000/kg.

Terkait kenaikan tersebut, Triyanti tak menampik mendapat keluhan dari pembeli. Ia menjelaskan salah satu penyebab melonjaknya harga cabai kemungkinan lantaran faktor cuaca sehingga membuat kualitas cabai menurun.

Selain itu, permintaan cabai di pasar meningkat menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun. “Mungkin karena cuaca apalagi kemarin sempat hujan berhari-hari membuat kualitas cabai menurun. Biasanya pemasok bawa cabai sampai berton-ton, tetapi saat ini paling hanya 1 kuintal. Itu masih dibagi semua pedagang di sini. Kalau biasanya saya dapat 10 kg. Tetapi, ini saya dapat 5 kg. Meski harganya naik, masih banyak konsumen yang membeli cabai,” katanya saat ditemui wartawan di Pasar Induk Klaten, Selasa (20/12/2016).

Triyanti mengatakan selain cabai, harga telur ayam ras juga naik dari Rp20.000/kg menjadi Rp22.000/kg. Kenaikan itu dipicu tingginya permintaan telur ayam yang menjadi salah satu bahan untuk membuat roti menjelang perayaan Natal.

Kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam. Salah satu pedagang daging ayam, Sri Lestari, 37, mengatakan harga daging ayam naik dalam dua hari terakhir dari Rp26.000/kg menjadi Rp28.000/kg.

Lestari mengatakan naiknya harga daging ayam dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat. Jika sebelumnya permintaan daging ayam dalam sehari 60 kg-70 kg. Menjelang Natal dan pergantian tahun permintaan meningkat hingga 90 kg/hari.

“Naiknya itu sedikit-sedikit tetapi setiap hari. Untuk perkiraan nanti puncaknya saat mau pergantian tahun. Biasanya memang seperti itu, setelah pergantian perlahan harga turun,” ungkapnya.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klaten, Endro Susilo, memperkirakan harga komoditas di pasar akan terus naik hingga menjelang pergantian tahun. Namun, dia mengatakan jika kenaikannya melebihi 20 persen, itu tak wajar. “Kami akan terus memantau harga dengan tim Pemkab,” katanya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…