Kondisi gudang tekstil milik PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST) I di Tunjungan, Sambungmacan, Sragen, yang terbakar hebat, Rabu (21/12/2016) sore. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos) Kondisi gudang tekstil milik PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST) I di Tunjungan, Sambungmacan, Sragen, yang terbakar hebat, Rabu (21/12/2016) sore. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Rabu, 21 Desember 2016 20:40 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

KEBAKARAN SRAGEN
Gudang Pabrik PT Delta Merlin Sragen Kobong

Kebakaran Sragen, gudang bahan material PT Delta Merlin Sragen terbakar hebat.

Solopos.com, SRAGEN — Gudang bahan material tekstil seluas hampir 5 hektare milik PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST) I di Tunjungan, Sambungmacan, Sragen, terbakar hebat, Rabu (21/12/2016) sore.

Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran dari Soloraya dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. Namun, upaya tim pemadam kebakaran untuk memadamkan api selama lebih dari tiga jam belum membuahkan hasil.

Hingga pukul 17.00 WIB, tim pemadam kebakaran masih bekerja keras memadamkan api. “Kebakaran itu terjadi pada pukul 14.00 WIB. Saat itu kebakarannya masih kecil. Kami berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api malah semakin membesar,” ujar Ahmad, 24, salah satu karyawan PT DMST I yang ditemui Solopos.com di sela-sela kesibukanya membantu tim pemadam kebakaran.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Namun, luasnya area gudang membuat tim pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau gudang bagian tengah. Semburan air dari selang pemadam hanya bisa menjangkau bagian pinggir gudang.

“Gudang material itu berukuran sekitar 400 meter x 120 meter [sekitar 48.000 meter persegi atau hampir 5 hektare]. Gudang itu berisi aneka macam material seperti kapas, benang, dan kain. Semuanya sudah ludes karena bahan material itu memang mudah terbakar,” kata Assisten Manager Maintanance (MTC) PT DMST Yudhi P. saat ditemui di lokasi.

Hingga berita ini diunggah, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran pabrik tekstil itu. Menurut Yudhi, gudang itu tidak dilengkapi instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran.

“Gudang itu dibuat sesuai standar gudang tekstil yang tidak dilengkapi instalasi listrik. Soal penyebab kebakaran, biar diselidiki polisi saja,” ungkap Yudhi.

Manajemen PT DMST I Tunjungan, Sambungmacan, juga belum bisa menaksir total kerugian akibat kebakaran itu. Perusahaan tekstil yang memiliki sekitar 4.000 karyawan itu terpaksa menghentikan kegiatan produksi.

Khusus karyawan yang masuk pada sif II dan III terpaksa diliburkan. “Tadi sif II sempat masuk sebentar, tapi akhirnya mereka disibukkan urusan kebakaran,” terang Yudhi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas UPTD Pemadam Kebakaran, Hascaryanto, memperkirakan api baru bisa dipadamkan pada Kamis (22/12/2016). Menurutnya, proses pemadaman kebakaran terkendala luas gudang yang mencapai hampir 5 hektare.

“Mobil pemadam tidak bisa menjangkau bagian tengah gudang. Selama isi gudang belum habis, kemungkinan kebakaran sulit dipadamkan, kecuali kalau turun hujan,” papar Hascaryanto.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…